Menu

Tips Posisi Menyusui yang Benar

November 25, 2014 | Asi | 1.114 Pengunjung

Tips Posisi Menyusui yang Benar –Dalam beberapa artikel kita terdahulu, pada blog tersayang Informasi Kesehatan ini, telah kita uraikan tentang ASI, Komposisi ASI, ASI Eksklusif serta Inisiasi Menyusu Dini. Saat ini kita akan menguraiakan beberapa posisi yang benar dalam menyusui bayi kita. Mengapa perlu kita uraiakan tentang ini? Karena keberhasilan ibu saat menyusui bayinya dipengaruhi juga oleh faktor posisi saat menyusui (breastfeeding). Kesalahan terjadi saat menyusui akan mengakibatkan lecet pada puting ibu. Akibat lain yang bisa terjadi adalah Air Susu Ibu (ASI) yang disedot oleh bayi tentunya akan sedikit pula.

Posisi Menyusui yang Benar adalah dengan memastikan seluruh bagian puting dan areola (bagian hitam di sekitar puting) masuk ke mulut bayi. Pada saat menyusui pastikan seluruh tubuh bayi menghadap kepada ke ibu. Serta pastikan pula bahwa posisi hidung dan dagu bayi menghadap ke payudara dan lubang hidung bayi tidak tertutup oleh payudara. Sebab apabila hal ini terjadi karena tidak disadari oleh sang ibu, akibat ketiduran saat menyusui misalnya, maka akan dapat berakibat fatal, sang bayi bisa kekurangan oksigen karena tidak dapat bernapas, bahkan bisa meninggal karena lemas tidak bisa bernapas. Ketika posisi tubuh bayi sudah menghadap ke ibu untuk menyusu maka tahan kepala, leher dan punggung bayi dengan tangan ibu.

Tips Posisi Menyusui yang Benar

Tips Posisi Menyusui yang Benar Gambar dari slideshare.net

Berikut ini beberapa Posisi Menyusui yang Benar, baik dan bisa dipraktekkan agar kesehatan ibu bisa tetap trerjaga dan sang bayi bisa tetap sehat, yaitu :

1. Posisi Menggendong (Cradle)

Caranya adalah :

– Posisi bayi dipeluk dan kepalanya diletakkan pada lekuk siku tangan sang ibu.

Baca Juga :   Kapsul Minyak dan Garam Beryodium

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, maka letakkan kepalanya pada lekuk siku tangan kanan dan bokongnya pada telapak tangan kanan dari sang ibu, demikian juga sebaliknya.

– Arahkan badan sampai kuping sang bayi satu garis lurus dengan tangan bayi yang ada diatas.

– Posisi bayi berbaring menyamping dengan muka, perut dan lutut menempel pada dada dan perut ibu.

– Tangan bayi yang berada di bawah tubuhnya biarkan merangkul badan ibu untuk membantu mulut bayi mencapai payudara.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk atau berdiri.

2. Posisi Menggendong Silang (CrossCradle)

– Posisi kepala bayi disangga oleh telapak tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, maka gunakan tangan kiri untuk memegangnya, demikian juga sebaliknya.

– Peluk bayi sehingga kepala, dada dan perutnya mengahadap ibu.

– Arahkan mulutnya ke puting payudara ibu dengan ibu jari dan tangan ibu di belakang kepala dan di bawah telinganya.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk. Posisi ini cocok pula untuk bayi yang kesulitan menempelkan mulutnya ke puting susu karena puting dan payudara ibu besar, sementara mulut sang bayi kecil.

3. Posisi Menyangga Kepala (Football Hold)

– Posisi kepala bayi disangga oleh telapak tangan sang ibu, dan tubuh bayi ‘diselipkan’ di bawah tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, pegang bayi dengan tangan kanan, demikian juga sebaliknya.

– Posisi ini cocok untuk ibu-ibu yang melakukan persalinan dengan operasi caesar agar bayi tidak berbaring diatas perut ibu yang baru saja menjalani proses operasi.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk.

Baca Juga :   Jenis Iritasi Kulit Dermatitis

4. Posisi Tidur Bersisian (Lying Down)

– Posisikan kepala dan tubuh bayi menghadap ke sang ibu serta arahkan dan bantu mulut sang bayi untuk menempel ke puting payudara.

– Apabila perlu bisa diletakkan bantal kecil atau lipatan selimut di bawah kepala sang bayi agar ia tidak perlu menegangkan leher untuk mencapai puting sang ibu.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah berbaring di tempat tidur, dengan meletakkan beberapa bantal di bawah kepala, bahu dan lutut agar punggung dan panggul tetap pada posisi lurus. Posisi ini cocok untuk ibu yang dalam proses penyembuhan setelah operasi caesar ataupun setelah persalinan yang sulit.

– Posisi ini membuat ibu relaks karena tidak perlu membungkukkan badannya ke arah sang bayi. Namun yang perlu diwaspadai adalah agar sang ibu tidak sampai terlena dan ketiduran, sehingga dikhawatirkan tidak dapat mengontrol posisi bayi dan hidung bayi bisa saja tersumbat oleh payudara, tentu saja dapat berakibat fatal.

Related For Tips Posisi Menyusui yang Benar