Jangan Samakan POF Sebagai Jerawat Biasa

Jangan Samakan POF Sebagai Jerawat Biasa

Jangan Samakan POF Sebagai Jerawat Biasa – Sahabat Informasi Kesehatan yang selalu peduli dengan kesehatan, seperti kita ketahui bahwa kulit merupakan benteng pertama dari kontak tubuh terhadap dunia luar. Oleh karenanya kulit memiliki resiko yang tinggi terjadinya infeksi, peradangan ataupun ekses lain akibat terjadinya kontak tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut dibutuhkan kebersihan kulit yang optimal agar ekses-ekses tersebut dapat diminimalisir. Informasi Kesehatan kulit harus selalu kita upgrade agar kita dapat menjaga kebersihan dan kesehatan kulit dengan lebih baik.

Jangan Samakan POF Sebagai Jerawat Biasa
Jangan Samakan POF Sebagai Jerawat Biasa

Kembali ke topik artikel kita, POF atau Pityrosporum Ovale Folliculitis adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Pityrosporum Ovale. Penyakit ini mirip dengan jerawat yang ada di punggung dan penampakan awalnya memang seperti jerawat. Dalam perkembangan selanjutnya benjolan yang timbul mirip jerawat tersebut berwarna kemerahan. Oleh sebab itu Jangan Samakan POF Sebagai Jerawat Biasa.

Sebenarnya jamur Pityrosporum Ovale berada dalam folikel rambut setiap orang dalam bentuk spora. Kondisi tertentu tersebut akan memicu jamur berubah menjadi hifa yang tumbuh menjadi penyakit jamur mirip jerawat dan panu.

Faktor kebersihan kulit yang kurang terjaga dan faktor hormon bisa memicu tumbuhnya penyakit jamur di punggung. Bila kelenjar keringat sedang memproduksi keringat secara berlebihan, maka jamur kulit tersebut akan mendapatkan banyak makanan untuk tumbuh lebih banyak.

Ketika terkena POF, pada umumnya penderita lebih banyak menggunakan obat anti jerawat untuk mengatasi permasalahan ini. Padahal, cara tersebut tidaklah tepat bahkan membuat kondisinya dapat kian parah. Apabila kita menemui benjolan mirip jerawat di punggung sebagaimana ciri-ciri yang telah diuraikan diatas, maka segeralah mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin, untuk mendapat penanganan lebih intensif dan lebih tepat.

Penderita POF akan diberikan obat anti jamur dengan dosis tertentu. Dan pasti akan disarankan untuk menjaga kebersihan kulit ketika telah sembuh. Karena apabila gaya hidupnya kembali tidak bersih maka biasanya penyakit kulit POF ini akan kembali menjangkitinya lagi. Salah satu untuk menjaga kesehatan kulit dapat digunakan sabun yang mengandung sulfur untuk digunakan saat mandi. Sabun ini baik digunakan karena dapat bereaksi lebih cepat dan dapat membunuh jamur di kulit kita tersebut.

Oleh karenanya mulai dari sekarang jagalah selalu kebersihan dan kesehatan kulit kita agar terhindar dari peradangan kulit yang diakibatkan oleh jamur, terutama jamur kulit penyebab POF.

Tips Posisi Menyusui yang Benar

Tips Posisi Menyusui yang Benar

Tips Posisi Menyusui yang Benar –Dalam beberapa artikel kita terdahulu, pada blog tersayang Informasi Kesehatan ini, telah kita uraikan tentang ASI, Komposisi ASI, ASI Eksklusif serta Inisiasi Menyusu Dini. Saat ini kita akan menguraiakan beberapa posisi yang benar dalam menyusui bayi kita. Mengapa perlu kita uraiakan tentang ini? Karena keberhasilan ibu saat menyusui bayinya dipengaruhi juga oleh faktor posisi saat menyusui (breastfeeding). Kesalahan terjadi saat menyusui akan mengakibatkan lecet pada puting ibu. Akibat lain yang bisa terjadi adalah Air Susu Ibu (ASI) yang disedot oleh bayi tentunya akan sedikit pula.

Posisi Menyusui yang Benar adalah dengan memastikan seluruh bagian puting dan areola (bagian hitam di sekitar puting) masuk ke mulut bayi. Pada saat menyusui pastikan seluruh tubuh bayi menghadap kepada ke ibu. Serta pastikan pula bahwa posisi hidung dan dagu bayi menghadap ke payudara dan lubang hidung bayi tidak tertutup oleh payudara. Sebab apabila hal ini terjadi karena tidak disadari oleh sang ibu, akibat ketiduran saat menyusui misalnya, maka akan dapat berakibat fatal, sang bayi bisa kekurangan oksigen karena tidak dapat bernapas, bahkan bisa meninggal karena lemas tidak bisa bernapas. Ketika posisi tubuh bayi sudah menghadap ke ibu untuk menyusu maka tahan kepala, leher dan punggung bayi dengan tangan ibu.

Tips Posisi Menyusui yang Benar
Tips Posisi Menyusui yang Benar Gambar dari slideshare.net

Berikut ini beberapa Posisi Menyusui yang Benar, baik dan bisa dipraktekkan agar kesehatan ibu bisa tetap trerjaga dan sang bayi bisa tetap sehat, yaitu :

1. Posisi Menggendong (Cradle)

Caranya adalah :

– Posisi bayi dipeluk dan kepalanya diletakkan pada lekuk siku tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, maka letakkan kepalanya pada lekuk siku tangan kanan dan bokongnya pada telapak tangan kanan dari sang ibu, demikian juga sebaliknya.

– Arahkan badan sampai kuping sang bayi satu garis lurus dengan tangan bayi yang ada diatas.

– Posisi bayi berbaring menyamping dengan muka, perut dan lutut menempel pada dada dan perut ibu.

– Tangan bayi yang berada di bawah tubuhnya biarkan merangkul badan ibu untuk membantu mulut bayi mencapai payudara.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk atau berdiri.

2. Posisi Menggendong Silang (CrossCradle)

– Posisi kepala bayi disangga oleh telapak tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, maka gunakan tangan kiri untuk memegangnya, demikian juga sebaliknya.

– Peluk bayi sehingga kepala, dada dan perutnya mengahadap ibu.

– Arahkan mulutnya ke puting payudara ibu dengan ibu jari dan tangan ibu di belakang kepala dan di bawah telinganya.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk. Posisi ini cocok pula untuk bayi yang kesulitan menempelkan mulutnya ke puting susu karena puting dan payudara ibu besar, sementara mulut sang bayi kecil.

3. Posisi Menyangga Kepala (Football Hold)

– Posisi kepala bayi disangga oleh telapak tangan sang ibu, dan tubuh bayi ‘diselipkan’ di bawah tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, pegang bayi dengan tangan kanan, demikian juga sebaliknya.

– Posisi ini cocok untuk ibu-ibu yang melakukan persalinan dengan operasi caesar agar bayi tidak berbaring diatas perut ibu yang baru saja menjalani proses operasi.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk.

4. Posisi Tidur Bersisian (Lying Down)

– Posisikan kepala dan tubuh bayi menghadap ke sang ibu serta arahkan dan bantu mulut sang bayi untuk menempel ke puting payudara.

– Apabila perlu bisa diletakkan bantal kecil atau lipatan selimut di bawah kepala sang bayi agar ia tidak perlu menegangkan leher untuk mencapai puting sang ibu.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah berbaring di tempat tidur, dengan meletakkan beberapa bantal di bawah kepala, bahu dan lutut agar punggung dan panggul tetap pada posisi lurus. Posisi ini cocok untuk ibu yang dalam proses penyembuhan setelah operasi caesar ataupun setelah persalinan yang sulit.

– Posisi ini membuat ibu relaks karena tidak perlu membungkukkan badannya ke arah sang bayi. Namun yang perlu diwaspadai adalah agar sang ibu tidak sampai terlena dan ketiduran, sehingga dikhawatirkan tidak dapat mengontrol posisi bayi dan hidung bayi bisa saja tersumbat oleh payudara, tentu saja dapat berakibat fatal.

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks – Setelah kita membahas tentang zat pewarna yang berbahaya bagi kesehatan, kini kita akan membahas tentang bahaya penggunaan bahan penggunaan bahan pengawet bagi makanan kita.

Mungkin beberapa dari Sahabat Informasi Kesehatan telah mengenal bahan pengawet berbahaya yang banyak disalahgunakan menjadi bahan pengawet makanan. Yup, betul, itu adalah formalin dan boraks. Untuk itu uraian berikut akan menjelaskan tentang Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks.

– Formalin

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Formalin biasanya digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat. Formalin dilarang digunakan untuk pengawet pangan.

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks
Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Formalin sangat berbahaya apbila terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Jika terhirup dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan. Jika kena kulit dapat menyebabkan luka baker, reaksi alergi. Jika tertelan akan menyebabkan rasa terbakar pada mulut, tenggorokan dan perut, sakit menelan, mual dan muntah, sakit kepala, kejang hingga koma. Dapat pula merusak hati, jantung, otak, ginjal, syaraf. Konsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker. Apabila tertelan formalin sebanyak 30 ml (3 sendok makan) akan menyebabkan kematian. Beberapa penyalahgunaan formalin pada pangan diantaranya mie basah, tahu, ikan segar dan ikan kering.

– Ciri-ciri mie basah berformalin :

Tidak lengket, lebih mengkilap, baunya menyengat khas formalin, bertahan lebih dari 1 hari dalam suhu kamar/ruang.

– Ciri-ciri tahu berformalin :

Tidak lengket, lebih mengkilap, baunya menyengat khas formalin, bertahan lebih dari 1 hari dalam suhu kamar/ruang.

– Ciri-ciri ikan asin, ikan segar dan daging segar berformalin :

Tidak dihinggapi lalat dan baunya menyengat khas formalin

– Boraks

Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetrabonat (Na2B4071OH20). Apbila larut dalam air akan menjadi hidroksida dan asam borat (H3BO3). Salah satu turunan boraks yang sering disalahgunakan untuk pangan adalah bleng. Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat detergen, mengurangi kesadahan air dan antiseptic boraks. Dilarang keras digunakan untuk pangan.

Boraks sangat berbahaya apabila terhirup, mengenai kulit, mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit dan mata, mual, sakit kepala, nyeri hebat pada perut bagian atas. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistim sirkulasi akut, bahkan kematian. Konsumsi boraks 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian. Beberapa penyalahgunaan boraks dalam pangan antara lain bakso, silok, lontong dan kerupuk gendar.

– Ciri-ciri mie basah, bakso, lontong, cilok dan otak-otak mengandung boraks :

Tekstur sangat kenyal, tidak lengket dan tidak mudah putus.

– Ciri-ciri kerupuk rambak dari tepung gendar mengandung boraks :

Tekstur sangat renyah namun terasa getir.

Demikian informasi kesehatan tentang Penggunaan Formalin dan Boraks serta bahayanya yang disadur dari leaflet Badan POM Republik Indonesia, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat serta tambahan wawasan dan manfaat pengetahuan untuk kita semua.