Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi

Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi

Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi- Kemo atau kemoterapi ini merupakan sejenis pengobatan yang biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit kanker. Dan paling sering kemoterapi ini adalah pengobatan sistemik, obat yang telah diberikan dengan cara memasuki aliran darah dan nantinya akan mencapai semua bagian tubuh. Kemoterapi sistemik bisa berguna untuk penyakit kanker yang sudah menyebar. Sebagian besar wanita, kemoterapi sistemik ini akan menggunakan beberapa obat-obatan yang akan disuntikan dalam vena, atau pun diberikan secara langsung melalui mulut. Untuk beberapa kasus penyakit kanker ovarium, kemoterapi tersebut juga bisa disuntikan melalui kateter atau tabung tipis langsung dalam rongga perut. Hal ini biasanya disebut dengan intraperitoneal kemoterapi. Obat yang akan diberikan dengan cara ini juga akan diserap dalam aliran darah, sehingga kemoterapi intraperitoneal tersebut juga menjadi jenis kemoterapi sistemik. Hal ini akan kami bahas secara rinci pada ulasan berikut ini.

Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi

Pengobatan kanker ovarium epitel dengan kemoterapi

Kemoterapi untuk kanker ovarium yang biasa digunakan adalah kombinasi dari 2 atau pun lebih obat diberikan IV disetiap 3 hingga 4 minggu. Yang mana, pemberian kombinasi obat ini tak hanya  1 macam obat saja sepertinya lebih efektif di dalam proses pengobatan awal kanker ovarium. Selain hal itu, pendekatan standar merupakan kombinasi dari senyawa platinum, seperti halnya cisplatin atau pun carboplatin serta taxane, seperti halnya pacitaxel atau pun docetaxel. Untuk IV kemoterapi, dokter biasanya mendukung carboplatin lebih cisplatin, sebab mempunyai efek samping yang lebih sedikit dan juga sama efektif.

Kursus khas kemoterapi untuk jenis penyakit kanker ovarium epitel ini biasanya akan melibatkan 3 hingga 6 siklus. Dimana sebuah siklus merupakan jadwal dosis biasa obat, yang nantinya akan diikuti dengan periode istirahat. Obat yang berbeda tentunya memiliki berbagai siklus. Dokter Anda pun aka membiarkan Anda tahu apa jadwal yang akan direncanakan untuk kemoterapi Anda. Selain itu, kanker ovarium epite ini seringkali menyusut atau bahkan sepertinya pergi dengan kemoterapi, namun sel kanker tersebut pada akhirnya akan mulai tumbuh kembali. Bila kemoterapi pertama sepertinya bekerja dengan sangat baik, dan kanker juga tidak tumbuh untuk waktu yang cukup lama, minimal 6 hingga 12 bulan, maka dapat diobati dengan siklus tambahan dari kemoterapi yang sama digunakan pertama kalinya.

Dalam beberapa kasus, obat yang berbeda juga bisa digunakan. Obat kemoterapi untuk membunuh sel kanker, akan tetapi juga bisa merusak beberapa sel normal. Oleh sebab itulah, dokter nantinya akan sangat berhati-hati untuk dapat menghindari atau pun setidaknya bisa meminimalkan efek samping yang tergantung pada jeni obat yang akan digunakan, jumlah yang diambil, dan juga lamanya pengobatan yang diberikan.

Demikianlah tadi sekilas informasi tentang pengobatan kanker ovarium dengan kemoterapi yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Gejala dan Penyebab Kanker Ovarium pada Wanita

Gejala dan Penyebab Kanker Ovarium pada Wanita

Kanker ovarium ini adalah salah satu jenis penyakit yang paling sulit untuk dikenali. Yang mana, kanker ovarium pada stadium 1 jarang menyebabkan gejala-gejala. Apabila ada sekalipun, gejala-gejala penyakit kanker ovarium tersebut cenderung dikira akibat dari penyakit yang lainnya, seperti terjadinya iritasi usus atau pun konstipasi, sehingga sering baru terdeteksi ketika penyakit kanker ovarium ini sudah mulai menyebar di dalam tubuh dan menjadi sangat berbahaya. Oleh karena itulah, penting sekali buat Anda untuk selalu waspada dengan beberapa gejala kanker ovarium yang biasanya dialami oleh penderita penyakit tersebut. Nah, untuk mengetahui apa saja gejala-gejala penyakit kanker ovarium pada wanita, silakan Anda simak ulasan berikut ini.

gejala dan penyebab kanker ovarium

Gejala-gejala penyakit kanker ovarium pada wanita

  • Terjadinya pembengkakan di bagian perut.
  • Perut yang akan selalu terasa kembung.
  • Rasa sakit hebat di bagian perut.
  • Terjadinya penurunan berat badan dengan drastis.
  • Cepat sekali merasa kenyang walaupun makan dengan porsi yang sangat sedikit.
  • Mual-mual.
  • Terjadinya perubahan pada kebiasaan buang air besar atau BAB, contohnya saja konstipasi.
  • Frekuensi buang air kecil terjadi peningkatan.
  • Sakit pada saat berhubungan intim.

Pastikan Anda segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda memang merasakan beberapa gejala-gejala di atas, khususnya yang seringkali dialami atau pun tak kunjung membaik. Jangan pernah menganggap remeh indikasi penyakit walaupun merasa atau pun tampak sepele.

Penyebab dan faktor resiko kanker ovarium pada wanita

Sama halnya dengan penyakit kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium tersebut hingga kini juga masih belum diketahui akan kejelasanya. Namun, para pakar telah menduga bahwasanya ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang, khususnya wanita untuk terkena kanker satu ini. Faktor-faktor resiko tersebut seperti :

  • Kanker ovarium ini lebih cenderung terjadi pada wanita yang berusia 50 tahun ke atas.
  • Faktor keturnan dan juga genetika. Resiko Anda untuk bisa terkena penyakit kanker ovarium ini akan terus meningkat apabila ada anggota keluarga kandung yang juga mengidap kanker ovarium atau pun kanker payudara. Begitu pun dengan pemilik gen BRCA 1 dan BRCA 2.
  • Terapi penggantian hormon esterogen, khususnya yang jangka panjang serta berdosis tinggi.
  • Tidak pernah hamil.
  • Mengidap endometriosis.
  • Alami siklus mensteruasi sebelum usia 12 tahun dan juga menopause setelah berusia 50 tahun.
  • Jalani proses pengobatan kesuburan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi UID.

Untuk proses diagnosis kanker ovarium ini, bisa dilakukan setelah Anda bertanya gejala yang telah dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan juga melakukan pemeriksaan fisik, dokter nantinya akan merekomendasikan pemeriksaan yang lebih detail. Proses tersebut umumnya meliputi tes darah, USG, dan juga biopsi.

Demikianlah informasi tentang gejala dan penyebab kanker ovarium pada wanita yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.