Menu

Ruam atau Bercak Merah pada Fase Akhir Epidemiologi Campak

November 19, 2015 | Campak | 19.947 Pengunjung

Ruam atau Bercak Merah pada Fase Akhir Epidemiologi Campak – Masih berfokus pada pembicaraan tentang penyakit campak dan setelah sebelumnya para Sahabat Informasi Kesehatan memahami Fakta Faktual Campak. Namun sebelum kita menguraikan ruam sebagai gejala campak dan penanganannya, maka baiknya kita mengetahui lebih dahulu Epidemiologi Campak.

Ruam atau Bercak Merah pada Fase Akhir Epidemiologi Campak

Ruam atau Bercak Merah pada Fase Akhir Epidemiologi Campak

Sebagaimana halnya beberapa penyakit tertentu, maka penyakit campak juga memiliki epidemiologinya sendiri. Berikut ini epidemiologi dari campak yang memiliki 4 fase, yaitu :

1. Fase Inkubasi, fase ini berlangsung selama 10-12 hari dan gejalanya pun masih sulit untuk dideteksi. Namun demikian, mulai terjadi keluhan demam ringan dan bercak merah (ruam) masih juga belum terlihat.

2. Fase Prodromal, pada fase ini mulai muncul batuk, pilek, demam, mata kemerahan dan berair. Pada fase ini pula kadang juga disertai dengan diare dan suhu tubuh mengalami peningkatan yang drastic, hingga mencapai 38-40C.

3. Fase Makulopapuler, yaitu fase dimana bercak-bercak merah (ruam) mulai keluar/kelihatan dengan disertai demam meninggi.

4. Fase Pemulihan, fase ini terjadi setelah bercak merah (ruam) keluar dan demam berangsur menurun. Ruam yang keluar tersebut dalam beberapa hari kemudian berubah kehitaman lalu kemudian mengelupas. Secara umum, waktu yang diperlukan oleh penderita untuk benar-benar sembuh dari campak membutuhkan 1 hingga 2 minggu.

Sahabat Informasi Kesehatan, dari uraian diatas diketahui bahwa bercak merah (ruam) mulai muncul pada fase ketiga atau dua fase terakhir. Nah, bagaimana kita mengetahui bahwa ruam yang muncul tersebut merupakan ruam akibat campak dan bukan ruam alergi?

Bagi penderita tentu akan lebih mudah membedakan, karena biasanya ruam (baca: Tips Obati Ruam di Kulit) akibat alergi tersebut biasanya terasa gatal dimana ruam tersebut berada. Namun tidak demikian halnya dengan ruam akibat campak. Kemunculan dari ruam campak pun tidak sama pada setiap penderita, ada yang di wajah, di bagian tertentu atau bahkan pada keseluruhan bagian tubuh.

Baca Juga :   Cara mengatasi Penyakit kulit campak

Adapun perlakuan yang dapat diberikan pada penderita campak yang beruam adalah tetap direkomendasikan untuk mandi dengan menggunakan air hangat. Sedangkan pada bayi pun dapat diseka dengan air hangat pula. Tidak disarankan untuk menggunakan air dingin karena dikhawatirkan akan menurunkan daya tahan tubuh.

Sedangkan untuk penggunaan sabun sebagai pembersih kulit, maka disarankan untuk menggunakan sabun bayi dan buklan sabun antiseptik. Mengapa demikian? Karena penggunaan sabun antiseptik berpotensi membuat kulit kering serta tidak akan membantu menghilangkan ruam tersebut. Seperti diketahui bahwa ruam yang terjadi pada penderita campak disebabkan oleh virus dalam darah dan nasofaring, sedangkan ruam pada alergi terjadi pada jaringan kulit.

Disarankan setelah mandi untuk segera mengeringkan badan, serta diupayakan untuk tidak terkena angin. Meski secara umum ruam ini tidak menimbulkan gatal pada penderitanya, namun bila diperlukan dapat diberikan bedak salicyl.

Tiga hari hingga satu atau dua minggu setelah kemunculannya yaitu pada fase pemulihan, ruam ini akan berangsur hilang. Masa pemulihan tersebut bergantung daya tahan tubuh yang dimiliki si penderita. Namun seiring hilangnya ruam tersebut, kulit akan berubah menjadi agak kehitaman serta mengelupas (hiperpigmentasi). Namun kita tidak perlu cemas, karena ruam akibat campak tidak akan berbekas seperti halnya ruam akibat cacat air. Setelah masa 1 hingga 2 minggu kulit kita akan kembali mulus seperti sedia kala.

Related For Ruam atau Bercak Merah pada Fase Akhir Epidemiologi Campak