Menu

Inilah 10 Resiko Kehamilan di Usia Remaja

Februari 3, 2017 | Hamil, JadiSehat | 491 Pengunjung

Resiko Kehamilan di Usia Remaja – Sekarang ini, pergaulan bebas semakin tak terkontrol. Budaya orang barat mengenai seks bebas juga mulai mewabah remaja metropolidan dan juga dikota lain. Akibatnya, banyak kasus kehamilan di usia remaja. Namun karena kurangnya wawasan mengenai resiko kehamilan di usia remaja, mereka mengabaikannya. Selain merusak masa depan, kehamilan di usia remaja dibawah 20 tahun sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kehamilan di usia remaja sangat beresiko bagi kesehatan disamping karena alat reproduksi belim kuat untuk berhubungan badan dan juga melahirkan jadi bagi remaja putri yang hamil di bawah umur, memiliki resiko meninggal 4x lipat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai resiko kehamilan di usia remaja, mari kita intip informasinya sebagai berikut:

Resiko Kehamilan di Usia Remaja

10 Resiko Kehamilan di Usia Remaja 

  1. Menurut ilmu kedokteran, pada remaja putri berusia dibawah 20 tahun belum siap untuk berhubungan sseks ataupun mengandung, jadi apabia terjadi kehamilan di usia remaja akan mengalami resiko tekanan darah tinggi dikarenakan kondisi fisiknya belum kuat. Biasanya, kondisi tersebut tidak terdeteksi pada awal kehamilan, tetapi pada akhirnya dapat menyebabkan kejang-kejang, pendarahan bahkan kematian pada bayi atau ibunya.
  2. Kehamilan pada usia dibawah 20 tahun dikhawatirkan bayi yang dilahirkan akan cacat fisik, karena sel telur belum sempurna.
  3. Rawan terserang kanker leher rahim atau kanker serviks dikarenakan semakin mudanya seorang gadis berhubungan seks pertama kali, daerah reprodruksinya beresiko terkontaminasi virus.
  4. Kurangnya perawatan saat kehamilan, untuk remaja putri yang sedang hamil namun tidak mendapatkan dukungan dari orang tua beresiko tidak mendapatkan perawatan kehamilan yang memadai, sehingga khamilannya menjadi genting terutama pada masa awal kehamilan.
  5. Tekanan darah tinggi, pada remaja yang hamil dibawah 20 tahun rawan terserang resiko pregnancy induced hypertension atau tekanan darah tinggi serta preeklamsia yang merupakan gabungan dari tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin, kerusakan organ dan pembengkakan tangan serta wajah.
  6. Bayi terlahir prematur dan berat bayi rendah, penyebabnya adalah waktu tumbuh yang kurang dan beresiko lahir pada saat bayi belum berusia 9 bulan atau prematur.
  7. Penyakit menular seksual, bagi remaja yang melakukan seks pertama kali pada usia belum 20 tahun, akan rentan terserang penyakit menular seksual seperti HIV dan klamidia. Jika penyakit menular seksual ini meningkat maka akan beresiko terserang kanker serviks, menginfeksi rahim dan berpengaruh pada pertumbuhan bayi
  8. Depresi postpartum, merupakan depresi yang dimulai setelah melahirkan bayi, remaja putri biasanya merasa sedih, malu dan down baik ketika hamil dan juga setelah melahirkan. Padahal ketika depresi dapat menganggu dalam merawat bayi.
  9. Merasa sendirian dan dikucilkan, remaja putri yang bingung dan tidak dapat memberi tahu kepada orangtuanya bahwa dia sedang hamil, pasti akan merasa terisolasi, takut dan merasa sendiri dalam menghadapi masalah yang nyata.
  10. Kekurangan zat besi/anemia, zat besi berfungsi meningkatkan sel darah merah dalam darah, membentuk janin dan plasenta yang dikandung, namun kebanyakan karena kurangnya pengetahuan mengenai ksehatan ibu hamil, mereka mengabaikannya. Adapun resiko lain seperti keracunan kehamilan, kematian ibu ataupun bayi yang tinggi.

Oleh karena itu bagi remaja putri yang belum berusia 20 tahun. Berhati-hatilah dalam bergaul. Lebih selektif ketika hendak memilih pasangan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Related For Inilah 10 Resiko Kehamilan di Usia Remaja