Menu

Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga

November 12, 2014 | Kesehatan Kulit | 1.323 Pengunjung

Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga – Mungkin telah banyak orang telah digigit ataupun disengat oleh serangga, tak terkecuali Sahabat Informasi Kesehatan bukan?, dengan beberapa diantaranya mendapatkan hasil berupa pengalaman mendapatkan reaksi yang tidak nyaman. Ketakutan terhadap reaksi di masa depan dengan timbulnya sengatan atau gigitan yang berulang diketahui dapat secara signifikan mengurangi kualitas hidup seseorang.

Hampir setiap orang pernah mengalami gigitan atau sengatan serangga di beberapa titik dalam hidupnya. Kebanyakan sengatan dan gigitan ini menyebabkan sakit ringan atau gatal tepat di daerah dimana terjadinya kontak atau interaksi berlangsung. Dan bahkan kadang-kadang akibat sengatan atau gigitan serangga ini dapat juga mengalami suatu reaksi yang lebih parah yang disebabkan oleh reaksi alergi. Reaksi alergi yang paling sering terjadi adalah akibat gigitan atau sengatan serangga jenis lebah atau tawon seperti jenis Yellow Jackets dan Hornets.

Kebanyakan Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga yang diderita orang yang tersengat serangga ini akan mengakibatkan reaksi di lokasi sengatan yang menimbulkan rasa sakit, bengkak, kemerahan dan gatal-gatal. Pada sebagian kecil orang yang memiliki sensivitas yang tinggi akan mengalami reaksi pada wilayah yang lebih luas dari pembengkakan. Dan pembengkakan ini bisa bertahan hingga seminggu. Sedangkan pada sebagian orang yang lain memiliki reaksi alergi full-blown yang menyebabkan anafilaksis. Pada sebagian kecil anak-anak dan orang dewasa akan mengalami anafilaksis setelah terjadinya sengatan serangga ini.

Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga yang umum dijumpai diantaranya terdapat pada :

1. Nyamuk

Kebanyakan orang akan mengalami beberapa bentuk reaksi dari gigitan nyamuk, yang umum biasanya terjadi benjolan merah gatal yang khas yang berlangsung selama beberapa hari. Pada kondisi yang kurang umum, biasanya reaksi yang lebih parah dapat terjadi, terik ruam, memar atau pembengkakan besar di daerah lokasi gigitan. Orang yang mengalami pembengkakan yang sangat besar setelah gigitan nyamuk, seperti pembengkakan sebagian besar lengan atau kaki, misalnya telah dijuluki memiliki “sindrom skeeter.” Pada reaksi akibat dari gigitan nyamuk jarang terjadi anafilaksis.

2. Semut Api

Semut api dikategorikan sebagai penyengat yang agresif. Hampir semua orang mengalami semacam reaksi terhadap sengatan semut api, yang paling umum yang merupakan bintil steril di lokasi sengatan. Pada sebagian besar orang mengalami yang mengalami sengatan ini mengalami pembengkakan yang besar, kemerahan dan gatal-gatal di sekitar lokasi sengatan. Reaksi ini dapat disebut sebagai reaksi lokal yang besar. Pada sejumlah kecil orang dapat mengalami reaksi alergi yang parah, seperti anafilaksis, sebagai akibat dari sengatan semut api ini.

Semut Api

Semut Api

3. Kepinding atau Bedbugs

Kepinding, atau kutu busuk atau tinggi atau bedbugs ini adalah serangga bersayap datar, biasanya berwarna coklat atau kemerahan dan berukuran sangat kecil. Serangga yang beraroma tidak sedap dan sangat menyengat di hidung ini merupakan parasit penghisap darah manusia dan agresif menghisap darah pada malam hari tanpa disadari korbannya. Serangga parasit ini bisa menimbulkan penyakit ruam-ruam, efek psikologis, dan gejala alergi. Sengatan bedbug biasanya mengakibatkan bentol dan terasa gatal serta panas dan kadang sulit untuk membedakan dengan ruam alergi. Ruam dapat dikelompokkan dalam satu baris, yang menunjukkan pola makan serangga tersebut.

4. Kalajengking

Kalajengking banyak ditemukan di seluruh belahan dunia. Kita juga banyak menjumpai hewan ini di dalam ruangan dimana manusia tinggal, atau lebih tepatnya berada di sekitar kita, dan bahkan sering kita ketahui bahwa banyak diantara orang-orang disengat hewan ini. Hewan ini tidak termasuk serangga; melainkan tergolong arakhnida dan berhubungan erat dengan laba-laba, tungau dan kutu. Kalajengking ini merupakan hewan yang luar biasa karena memiliki kemampuan untuk membunuh mangsanya dengan menyuntikkan racun dari sengat yang terletak di ujung ekor panjangnya. Biasanya sengatan kalajengking jarang diketahui namun kadang-kadang langsung menyebabkan reaksi alergi. Dalam kebanyakan kasus, gejala setelah sengatan kalajengking disebabkan oleh neurotoksin dalam racun, yang menyebabkan gejala mati rasa dan kesemutan di seluruh tubuh.

Demikian Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga dapat menjadi informasi kesehatan baru yang dapat memberikan pencerahan dan pengetahuan serta manfaat untuk kita semua.

Related For Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga