Menu

5 Penyebab Terjadinya Keguguran Berulang Saat Hamil

Januari 2, 2017 | JadiSehat | 381 Pengunjung

Penyebab Terjadinya Keguguran Berulang – Kehamilan merupakan momen yang selalu dinantikan oleh seluruh pasangan. Kehamilan memang bisa terjadi dengan mudah tanpa perlu bersusah payah menjalani serangkaian usaha yang menguras uang, namun pada kasus tertentu terkadang membuat orang melakukan beragam cara untuk mendapatkan kehamilan. Jika sudah hamil tentunya harus dijaga dengan baik agar berjalan dengan sehat dan lancar. Namun apa jadinya jika Ibu hamil mengalami keguguran? Selain itu ada yang mengalami pula keguguran beberapa kali atau berulang, tentu hal ini ada faktor penyebabnya.

Pengertian Keguguran Berulang

Tumbuh kembang janin dapat berhenti spontan di bawah usia 20 minggu dimana hal ini merupakan terjadinya keguguran. Keguguran harus diwaspadai pada kehamilan berikutnya karena bisa terjadi secara berulang atau lebih dari satu kali dimana 20% terjadi pada wanita di usia kehamilan 13 minggu. Jadi tumbuh kembang janin pada trimester pertama sebanyak tiga kali berturut-turut merupakan keguguran berulang. Keguguran berulang terjadi dengan prosesntase hanya 1% saja namun harus tetap diwaspadai, untuk itu selalu berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan rutin agar diketahui kondisi kehamilannya. Untuk itu bagi perempuan yang abru menikah yang ingin memperoleh keturunan sebaiknya menambah wawasan mengenai penyebab keguguran berulang agar dapat mencegahnya dari dini.

Penyebab Terjadinya Keguguran Berulang

5 Faktor Yang Menyebabkan Keguguran Berulang

Keguguran berulang merupakan masalah yang tidak boleh dianggap remeh, untuk itu ketahuilah jika faktor fisik dan psikis menjadi penyebab keguguran berulang terjadi, berikut ini bebrapa faktor penyebabnya, yakni:

  1. Pengentalan Darah

Anti Cardiolipin Antibody merupakan penyebab keguguran berulang yang membuat daral mengental karena pengaruh pasokan zat gizi dan okigen ke janin lewat plasenta terganggu. Janin tidak akan berkembang akibat darah mengental, selain itu janin juga dapat meninggal dalam kandungan pada kondisi kronis. Sistem imun bertugas untuk menangkal anticardiolipin dalam kondisi normal, namun untuk penderita ACA maka anticardiolipin akan diserang oleh tubuh karena dinilai musuh sebenarnya itu merupakan membran tubuh yaang membuat darah mengental. Kematian janin di usia 10 minggu disebabkan karena Ibu hamil menderita ACA. Untuk itu sebelum kehamilan cek kadar ACA agar dapat segera diketahui dan menekan resiko ACA yang tinggi sehingga perlu diberikan obat atau suntikan yang merupakan bentuk penanganan oral sehingga membuat darah menjadi encer.

  1. Rahim Kelewat Subur

Kualitas rendah pada embrio yang melekat dapat mempengaruhi embrio tidak berkembang sehingga memicu keguguran. Suatu penelitian di Inggris menghasilkan jika keguguran berulang dikarenakan rahim dapat menerima setiap jenis embrio, dimana embrio yang diterima belum tentu mampu bertahan dan tertanam.riset dilakukan pada 6 Ibu hamil dengan kesuburan normal dan 6 Ibu hamil lainnya yang mengalami keguguran berulang namun teori harus diuji untuk mengetahui tingkat penerimaan embrio oleh rahim agar terdeteksi atau dirubah.

  1. Mulut Rahim yang Lemah

Jika mulut rahim lemah maka dapat membuka pada tengah kehamilan akaibat ketidaksanggupan menahan desakan janin yang tumbuh besar. Hal ini bisa terjadi jika wanita pernah operasi pada mulut rahim atau dilatasi. Bercak darah di areaa kewanitaan merupakan tanda mulut rahim terbuka sehingga akan terasa berat pada bagian perut. Mempertahankan kehamilan di usia 37-38 minggu perlu dilakukan tindakan medis yang tepat melalui pemeriksaan dan konsultasi. Agar keguguran berulang dapat terdeteksi penyebabnya jika karena mulut rahim yang lemah.

  1. Penyakit yang Mengganggu Perkembangan Janin

Masalah tiroid ataau kelainan apda usus yang tidak mampu menyerap nutrisi dan sindrom ovarium polikistik bisa memicu terjadinya keguguran berulang. Lakukan tes darah agar terdeteksi sistem imun dalam menerima atau negolah kanin maupun jika terdapat kelainan darah yang lain. Cek kadar progesteron guna pemeriksaan biopsi dari lapisan rahim sehingga untuk mengetahui embrio setelah ovulasi.

  1. Tekanan Mental

Stress saat kehamilan juga memicu terjadinya keguguran terlebih bagi Ibu hamil yang pernah mengalami keguguran di kehamilan sebelumnya. Untuk itu jauhi dari rasa tertekan yang berkepanjangan, cobalah untuk merefreshkan pikiran agar selalu merasa bahagia.

Belum pasti penyebab keguguran berulang, namun tak ada salahnya untuk mengurangi faktor fisik dan psikis sehingga dapat menjalani kehamilan yang lancar dan sehat. Ada baiknya sebelum kehamilan Anda mengetahui keadaan kesehatan dan segala pengetahuan tentang kehamilan agar dapat melewati kehamil dengan baik tanpa masalah. Selalu jaga pola hidup yang sehat, asupan makanan yang bergizi dan bernutrisi, olahraga secara rutin, dan hindari segala hal yang dapat memicu timbulnya masalah kehamilan.

Related For 5 Penyebab Terjadinya Keguguran Berulang Saat Hamil