Menu

Mengenal Dan Mewaspadai Tuberkulosis (TB) Tulang

Desember 14, 2014 | Tuberkulosis Tulang | 1.557 Pengunjung

Mengenal Dan Mewaspadai Tuberkulosis (TB) Tulang – Para sahabat Informasi Kesehatan pasti telah memahami bahwa tuberkulosis dibagi menjadi tuberkulosis paru dan tuberkulosis ektraparu. Nah, tuberkulosis ekstraparu inilah salah satunya menjadi tuberculosis tulang (TB tulang). Sebelum kita melanjutkan uraian kita tentang TB tulang ini ada baiknya apabila kita mengetahui atau merefresh pemahaman tentang penyebab penyakit tuberculosis.

Mycobacterium tuberculosis - Mengenal Dan Mewaspadai Tuberkulosis (TB) Tulang

Mycobacterium tuberculosis – Mengenal Dan Mewaspadai Tuberkulosis (TB) Tulang

Seperti kita ketahui bahwa Mycobacterium tuberculosis merupakan kuman tuberkulosis atau TB. Kuman ini sangat kuat sekali karena mampu bertahan hidup di udara terbuka selama 2-3 bulan. Media udara inilah kemudian yang menjadi media penularannya. Keberadaannya di udara biasanya dipicu oleh percikan dahak dari penderita TB ini kemudian menjadi sarana penularannya.

Selain itu, interaksi intens antara penderita dengan orang sehat juga akan media penularan yang sempurna. Namun demikian, faktor kekebalan tubuh dari masing-masing orang juga sangat menentukan berhasil atau tidaknya penularan infeksi kuman TB ini. Senada hal ini, kondisi pada masing-masing organ pun juga demikian. Namun pada banyak kasus, serangan TB terjadi pada paru-paru, dan sisanya sebanyak 20% menjadi tuberkulosis ekstraparu serta salah satunya menyerang tulang.

Hal-hal diatas merupakan upaya kita Mengenal Dan Mewaspadai Tuberkulosis (TB) Tulang agar kita lebih mawas diri dan peka terhadap diri kita sendiri maupun lingkungan sekitar. Mengapa? Karena siapapun dapat tertular, terserang dan menderita TB tulang. Yang cukup membuat keprihatinan kita ternyata kasus TB tulang dapat menyerang anak-anak dengan probabilitas kasus cukup sering terjadi.

Seperti hal penyakit TB, gejala umum juga dijumpai seperti demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari dengan disertai keringat. Selain itu terjadi penurunan nafsu makan dan berat badan. Juga mengalami batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah) serta timbulnya perasaan tidak enak (malaise) dan kondisi badan lemah. Sedangkan pada anak-anak yang memang belum bisa mengeluh sakitnya, gejala umum yang terjadi adalah terjadinya menangis di malam hari (night crying) karena terasa nyeri yang hebat akibat pergerakan pada tulang belakang saat tidur. Itulah-itulah ciri-ciri yang harus diperhatikan orang tua kepada anaknya.

Pada kebanyakan penderita TB tulang memang diidentifikasi terdapat TB pada paru-parunya. Namun, penderita TB tulang tidak selalu menderita TB paru. Hanya saja, pada saat pemeriksaan TB tulang maka kecurigaan terhadap adanya TB paru-paru, oleh karenanya keduanya juga sama-sama diperiksa.

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa percikan dahak dari penderita TB dapat memicu penularan TB paru. Namun, pada TB ekstraparu atau extrapulmonary tuberculosis yang menimbulkan nanah dingin akibat infeksinya pada TB tulang sering dikatakan tidak menular. Atau artinya TB ekstraparu bersifat tertutup (close) alias tidak menular serta berbeda karakternya dengan TB paru.

Related For Mengenal Dan Mewaspadai Tuberkulosis (TB) Tulang