Menu

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Juni 22, 2014 | JadiSehat | 1.359 Pengunjung

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks – Setelah kita membahas tentang zat pewarna yang berbahaya bagi kesehatan, kini kita akan membahas tentang bahaya penggunaan bahan penggunaan bahan pengawet bagi makanan kita.

Mungkin beberapa dari Sahabat Informasi Kesehatan telah mengenal bahan pengawet berbahaya yang banyak disalahgunakan menjadi bahan pengawet makanan. Yup, betul, itu adalah formalin dan boraks. Untuk itu uraian berikut akan menjelaskan tentang Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks.

– Formalin

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Formalin biasanya digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat. Formalin dilarang digunakan untuk pengawet pangan.

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Formalin sangat berbahaya apbila terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Jika terhirup dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan. Jika kena kulit dapat menyebabkan luka baker, reaksi alergi. Jika tertelan akan menyebabkan rasa terbakar pada mulut, tenggorokan dan perut, sakit menelan, mual dan muntah, sakit kepala, kejang hingga koma. Dapat pula merusak hati, jantung, otak, ginjal, syaraf. Konsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker. Apabila tertelan formalin sebanyak 30 ml (3 sendok makan) akan menyebabkan kematian. Beberapa penyalahgunaan formalin pada pangan diantaranya mie basah, tahu, ikan segar dan ikan kering.

– Ciri-ciri mie basah berformalin :

Tidak lengket, lebih mengkilap, baunya menyengat khas formalin, bertahan lebih dari 1 hari dalam suhu kamar/ruang.

– Ciri-ciri tahu berformalin :

Tidak lengket, lebih mengkilap, baunya menyengat khas formalin, bertahan lebih dari 1 hari dalam suhu kamar/ruang.

– Ciri-ciri ikan asin, ikan segar dan daging segar berformalin :

Tidak dihinggapi lalat dan baunya menyengat khas formalin

– Boraks

Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetrabonat (Na2B4071OH20). Apbila larut dalam air akan menjadi hidroksida dan asam borat (H3BO3). Salah satu turunan boraks yang sering disalahgunakan untuk pangan adalah bleng. Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat detergen, mengurangi kesadahan air dan antiseptic boraks. Dilarang keras digunakan untuk pangan.

Boraks sangat berbahaya apabila terhirup, mengenai kulit, mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit dan mata, mual, sakit kepala, nyeri hebat pada perut bagian atas. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistim sirkulasi akut, bahkan kematian. Konsumsi boraks 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian. Beberapa penyalahgunaan boraks dalam pangan antara lain bakso, silok, lontong dan kerupuk gendar.

– Ciri-ciri mie basah, bakso, lontong, cilok dan otak-otak mengandung boraks :

Tekstur sangat kenyal, tidak lengket dan tidak mudah putus.

– Ciri-ciri kerupuk rambak dari tepung gendar mengandung boraks :

Tekstur sangat renyah namun terasa getir.

Demikian informasi kesehatan tentang Penggunaan Formalin dan Boraks serta bahayanya yang disadur dari leaflet Badan POM Republik Indonesia, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat serta tambahan wawasan dan manfaat pengetahuan untuk kita semua.

Related For Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks