Menu

Mengapa Migrain Menjadi Sakit Kepala Yang Luar Biasa?

April 23, 2016 | Sakit Kepala | 110 Pengunjung

Mengapa Migrain Menjadi Sakit Kepala Yang Luar Biasa? – Sakit kepala hampir pasti pernah dialami oleh semua orang, tak terkecuali Sahabat Informasi Kesehatan, bukan begitu? Dan diantara sakit kepala yang sangat menyiksa adalah migrain. Karena migren bukan hanya sakit kepala yang hanya berdenyut saja.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan menyebut migrain mempengaruhi satu dari tujuh orang dewasa dan kebanyakan dialami oleh kaum perempuan. Gangguan penyakit ini sebenarnya kasus terjadinya lebih menonjol daripada diabetes, epilepsi dan asma ataupun gabungan diantaranya. Meskipun serangan migrain memiliki efek melumpuhkan kehidupan normal seseorang, namun pada kenyataannya kurang terdiagnosis dan tidak terlalu tertangani dengan baik.

Mengapa Migrain Menjadi Sakit Kepala Yang Luar Biasa?

Mengapa Migrain Menjadi Sakit Kepala Yang Luar Biasa?

Mengapa Migrain Menjadi Sakit Kepala Yang Luar Biasa? Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang professor yang ahli dalam bidang kesehatan perempuan dan sakit kepala berkebangsaan Inggris, Anne MacGregor telah melakukan penelitiannya. Dia menjelaskan bahwa gejala yang umum yang membedakan sakit kepala biasa dengan migrain adalah apabila satu sisi kepala mengalami denyutan nyeri, terganggu oleh cahaya, merasa sakit yang luar biasa pada sisi kepala tersebut hingga mengganggu dan mempengaruhi aktivitas harian kita, maka dapat dikatakan bahwa kita terserang migrain.

Secara pasti penyebab dari migrain ini masih belum dipahami sepenuhnya. Namun diduga bahwa faktor turunan dalam keluarga ikut andil menentukan serangan migrain ini, sehingga diperkirakan ada komponen genetik yang berperan. Sedang pada para peneliti berpikir bahwa penderita migrain memiliki otak yang sangat sensitif atau otak hiper-semangat. Tipe otak seperti ini membuat jauh lebih sensitif terhadap rangsangan tertentu daripada umumnya otak yang lain. Secara umum gejala migrain dianggap karena aktivitas otak yang berlebih atau abnormal sehingga mempengaruhi sinyal saraf, reaksi bio-kimia dan pembuluh darah di otak penderitanya.

Baca Juga :   Kenali Sakit Kepala Kita

Sampai saat ini pemicu migrain yang paling umum diketahui adalah dehidrasi dan tingkat gula darah yang rendah. Kondisi ini penyebabnya biasanya ditimbulkan oleh keasyikan beraktivitas ataupun aktivitas bepergian yang makan waktu lama hingga melupakan waktu makan itu sendiri. Jika ini yang memicu maka upaya untuk mengatasinya adalah dengan minum air dan makan teratur. Namun secara spesifik pemicu utama dari serangan migrain sendiri sebenarnya adalah pada perubahan hormonal, emosional, fisik, lingkungan, makanan dan kondisi medis penderitanya.

Pada sisi lain, Susan Haydon dari The Migraine Trust menjelaskan bahwa meskipun ada banyak bentuk migrain, hanya dua terlihat paling sering. Jenis migrain yang pertama adalah migrain dengan aura, atau biasa disebut migrain klasik, yang mempengaruhi 15 persen dari mereka yang menderita migrain. Migrain ini terjadi ketika gejala sensorik seperti lampu berkedip, mati rasa atau kesemutan pada wajah dan tangan yang terjadinya sebelum serangan. Yang kedua adalah migrain tanpa aura, atau disebut migren umum, yang terjadi dengan gejala yang lebih umum.

Terdapat suatu cara mendapatkan diagnosis terhadap serangan ini karena sebenarnya tidak ada tes khusus untuk mendiagnosa migrain, yang diperlukan hanyalah buku catatan untuk mencatat terjadinya serangan migrain. Catatan yang dibuat tidaklah harus rumit, melainkan hanya sebuah catatan detail termasuk tanggal, waktu, apa yang kita lakukan ketika migrain dimulai, berapa lama serangan tersebut berlangsung, gejala apa yang dialami dan jika ada, obat apa yang kita minum untuk mengatasinya. Catatan ini akan dapat membantu untuk membuat catatan dari makanan yang kita makan hari itu dan, khusus bagi perempuan, saat periode menstruasi itu datang. Catatan ini juga akan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan wanita dalam mengatasi serangan migrain ini.

Baca Juga :   Menurunkan Risiko Kanker Payudara dengan 4 Trik Sederhana

Pada kebanyakan orang menggunakan aspirin atau ibuprofen untuk mengobati migrain karena daya kerjanya dirasakan lebih baik daripada parasetamol atau kodein. Pada orang yang migrainnya disebabkan oleh penurunan gula darah, maka untuk dapat membantu pemulihan, mereka minum obat dengan minuman manis, seperti minuman bersoda dengan tujuan untuk membantu penyerapan dan meningkatkan kadar gula darah. Obat jenis Triptans pada beberapa kasus juga memiliki daya kerja yang baik dan dirasakan cukup baik untuk membantu perubahan di otak yang mungkin menyebabkan migrain. Namun, jika obat-obatan ini dirasakan tidak membantu, ada baiknya kita mengkonsultasikan dengan dokter terdekat untuk memperoleh obat anti-inflamasi non-steroid kuat dan obat anti mabuk yang sekiranya aman untuk dikonsumsi dengan dosis yang sesuai dengan kita.

Related For Mengapa Migrain Menjadi Sakit Kepala Yang Luar Biasa?