Menu

Memang Sebaiknya Penderita Bingeing Mencari Pelampiasan Positif

November 2, 2016 | JadiSehat |

Memang sebaiknya penderita bingeing mencari pelampiasan positif – Seperti yang diketahui bahwa penderita bingeing memang diketahui kesulitan dalam mengolah pikiran dan rasanya. Oleh karena itu meski menderita Binge Eating Disorder (BED) itu tidak mematikan, namun faktanya bisa mengurangi kualitas hidup seseorang dan efeknya juga dapat berakibat timbulnya penyakit serius yang sangat mengganggu kesehatan.

Pada penderita BED ini kerap dihantui oleh pikiran ataupun perasaan-perasaan yang mampu membuatnya tertekan jiwanya, dan bahkan hingga dapat depresi. Oleh karenanya, sebaiknya orang-orang yang berada di sekitar penderita gangguan ini sebaiknya tidak mengabaikannya. Dan bahkan seyogyanya mereka mampu membantunya dengan memberikan suasana senyaman mungkin dan tidak justru memperburuk kondisinya dengan menyalahkan atau menjustifikasi keadaannya. Dengan perhatian dan lingkungan yang kondusif dengan intensitas komunikasi yang bagus, maka penderita BED ini akan merasa masih mendapat perhatian dan eksistensinya masih pula diakui oleh lingkungannya.

Memang Sebaiknya Penderita Bingeing Mencari Pelampiasan Positif

Memang Sebaiknya Penderita Bingeing Mencari Pelampiasan Positif

Saat penderita ini kesulitan mengungkapkan perasaannya untuk mengurangi tekanan perasaan, maka memang sebaiknya penderita bingeing mencari pelampiasan positif. Jika itu masih bisa dilakukan dengan ngobrol dengan curahan hati. Namun jika hal itu tidak dapat dilakukan, maka Sahabat Berkat Sehat dapat mendorongnya dengan menggunakan cara positif yang bisa dilakukan, yaitu dengan membuat tulisan yang mencurahkan segenap kegelisahan dan tekanan batinnya.

Dan apabila hal ini dirasakan masih sulit dilakukan, maka sebaiknya juga digunakan sarana positif yang lain seperti melakukan hobinya, bermusik, menggambar atupun berolah raga. Yang utama adalah mengajaknya berkonsultasi ke psikolog ataupun psikiater untuk menyelesaikan secara komprehensif gangguan ini. Dan yang lebih penting lagi adalah tidak melarikan diri tekanan-tekanan jiwanya tersebut ke makanan.

Namun jika memilih makanan sebagai pelariannya, maka beberapa konsekuensi harus ditanggungnya. Salah satu konsekuensi tersebut adalah akan terus menerus makan ketika tidak mampu mengatasi keseimbangan emosi. Dan jika acapkali ketidakseimbangan emosi ini tidak mampu diatasi maka setiap kali itu pula makan besar akan menjadi pelariannya. Selain itu, penyakit ikutan yang berpotensi menghinggapi penderita BED justru akan lebih merugikan dirinya, seperti penyakit karena kekurangan gizi, depresi, obesitas, kolesterol, hipertensi, penyakit jantung, diabetes dan lain sebagainya.

Oleh karena itu jika penyembuhan komprehensif yang dipilih dengan mengunjungi ke psikolog ataupun psikiater, maka sebaiknya tidak perlu menunggu gangguan BED harus parah terlebih dahulu. Praktisi gangguan kejiwaan inilah yang dapat membantu membuat nyaman jiwa penderita gangguan BED ini, karena memang kunci utamanya adalah memberikan alternative dan solusi yang dapat menenteramkan dan menyamankannya. Dan apabila penderita sudah mengalami fase BED yang kompulsif maka sebaiknya penderita bingeing ini segera menjalani terapi yang intensif.

Terapi sebagai langkah komprehensif menangani gangguan BED ini akan mencakupi aspek fisik dan psikis. Sedangkan terapi yang umum diberikan meliputi 3 hal yakni:

1. Cognitive Behavior Therapy (CBT)

Terapi ini merupakan terapi yang mengubah pola pikir dan pandangan yang bisa memicu bingeing.

2. Dietary Counseling

Terapi ini berbentuk konseling diet yang memiliki tujuan membantu penderita bingeing memperbaiki pola makan

3. Sharing

Merupakan terapi dengan pendekatan berbagi rasa atau curahan hati dari sesama penderita bingeing yang mungkin bisa dibantu dimediasi oleh psikiater ataupun psikolog dalam suatu kelas tertentu. Metode ini bertujuan untuk membantu meringankan kebiasaan makan kalap pada penderita gangguan bingeing.

Sebenarnya, makin cepat penyembuhan dari penderita BED itu ditentukan oleh keinginan kuat serta niat dan kemauan penderita BED itu sendiri. Oleh karena itu, agar mereka cepat tersembuhkan, maka selain berkonsultasi dengan psikiater ataupun psikolog, memang sebaiknya penderita bingeing mencari pelampiasan positif.

Related For Memang Sebaiknya Penderita Bingeing Mencari Pelampiasan Positif