Cara mengatasi Penyakit kulit campak

Cara mengatasi Penyakit kulit campak

Cara mengatasi gangguan penyakit kulit campak itu bagaimana? Sebelumnya, mari kenali terlebih dahulu mengenai penyakit campak ini. Penyakit campak juga memiliki sebutan rubeola, yakni penyakit yang diakibatkan karena infeksi virus. Untuk diketahui jika penyakit ini termasuk jenis penyakit kulit yang penularannya begitu mudah dan cepat. Penularan dapat terjadi jika terjadi kontak langsung antara seseorang yang sehat dengan yang menderita campak. Selain kontak langsung, bersin dan batuk juga dapat membuat seseorang tertular. Ini dapat terjadi khususnya jika orang lain menghirup percikan dari bersin dan batuk itu. Mari baca selengkapnya.

Cara mengatasi Penyakit kulit campak
Cara mengatasi Penyakit kulit campak

Penularan

Bahkan menyentuh benda yang sudah terinfeksi oleh virus campak, ternyata juga bisa menjadi sarana penularan campak. Memang jenis penyakit yang disebabkan oleh virus itu sangat mudah menular.

Gejala atau tanda-tanda penyakit campak

Berikut beberapa gejala yang dialami seseorang yang menderita sakit kulit campak. Gejala-gejala dapat muncul jika sudah melalui 7 hingga 14 hari dari waktu seseorang tertular virus penyebab campak. Kurang lebih empat belas hair, maka gejala pun akan semakin menghilang. Langsung saja mari disimak apa saja gejala-gejala dari campak di bawah ini:

1. Gangguan diare

2. Demam tinggi

3. Muntah-muntah

4. Batuk kering

5. Sakit tenggorokan

6. Coryza atau hidung beringus

7. Badan menjadi lemas

8. Selera makan menghilang

Selain kedelapan gejala yang terasa di atas, seorang pasien campak juga akan mengalami gejala yang sangat terlihat. Gejala tersebut yakni munculnya ruam pada kulit. Ruam karena campak memiliki warna merah kecoklatan, di mana pada awal mula akan muncul di garis telinga, belakang telinga. Selanjutnya ruam tersebut akan menyebar hingga kepala, leher, dan menyebar ke seluruh kulit tubuh penderita.

Pencegahan penyakit campak dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksin. Vaksin yang diperlukan adalah vaksin MMR, paling tidak 2x diberikan. Waktu untuk memberikan vaksin MMR yakni ketika bayi berumur 15 bulan, kemudian sesudah anak mencapai umur 5 – 6 tahun, atau sebelum anak tersebut masuk SD. Sekian informasi mengenai cara mengatasi penyakit kulit campak, semoga berkenan.

Menghilangkan Flek Hitam pada Wajah Hanya dengan 6 Cara ini

Menghilangkan Flek Hitam pada Wajah Hanya dengan 6 Cara ini

Menghilangkan Flek Hitam pada Wajah Hanya Dengan 6 Cara ini – Masihkah diantara Sahabat Informasi Kesehatan, khususnya kaum hawa, yang saat ini berkutat dengan permasalahan flek hitam di wajah, yang dirasakan mengganggu tampilan kecantikan wajah? Tentu saja kita memahami betul bagaimana flek hitam di wajah dapat menjadi momok yang menakutkan, terutama kaum wanita dan beberapa pada pria.

Gangguan flek hitam bagi kebanyakan orang ini memang dirasakan mengganggu pancaran air muka dari wajah seseorang. Karena gangguan kulit wajah ini membuat wajah terlihat kusam dan tidak segar. Selain itu, flek hitam ini juga merupakan sinyal atau pertanda terjadinya penuaan kulit atau kurangnya perawatan kulit. Namun kita tidak seharusnya terlalu risau karena flek hitam pada wajah dapat dihilangkan dengan perawatan kulit yang sungguh-sungguh dan intensif. Nah untuk Menghilangkan Flek Hitam pada Wajah Hanya Dengan 6 Cara ini, yang caranya disusun berdasarkan pentahapan atau urutan yang harus dilakukan, yakni:

1. Pembersihan wajah

Wajah yang mengalami hiperpigmentasi disebabkan kelebihan atau penumpukan sebum dan sisa make-up dan menyebabkan tersumbatnya pori-pori kulit. Tahap ini harus dilakukan dengan metode pembersihan ganda yang bertujuan menghilangkan minyak berlebih dan sisa make-up. Pemijatan di wajah ini dilakukan dengan menggunakan susu pembersih secara perlahan, lalu dilakukan pembilasan wajah dengan air hangat.

Membersihkan Wajah - Menghilangkan Flek Hitam pada Wajah Hanya dengan 6 Cara ini
Membersihkan Wajah – Menghilangkan Flek Hitam pada Wajah Hanya dengan 6 Cara ini

2. Pembersihan wajah tahap selanjutnya

Penyesesuaian terhadap pengunaan pembersih muka harus disesuaikan dengan jenis kulit, misalnya kulit normal juga menggunakan pembersih untuk kulit normal. Atau pada kulit berminyak dan kombinasi, dengan menggunakan pembersih berbasis gel atau busa. Namun apabila memiliki kulit kering, sebaiknya menggunakan pembersih berbasis krim. Pembersih dengan asam glikolat, asam laktat, atau asam salisilat bagus untuk kulit berjerawat. Mencuci muka harus dilakukan dua kali sehari dan tidak pernah pergi tidur tanpa membersihkan make-up terlebih dahulu. Karena apabila dilanggar dapat memicu timbulnya jerawat dan hiperpigmentasi. Pembersihan muka dilakukan dengan memijat wajah dengan gerakan melingkar, lalu dibilas dengan air hangat.

3. Penggunaan toner

Membersihkan wajah menggunakan toner yang mengandung asam glikolat dan salisilat dengan bola kapas. Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang terhapus saat membersihkan muka. Toner juga bermanfaat sebagai pelembut dan pelembab kulit.

4. Pelembab kulit

Untuk menjaga kesehatan kulit salah satunya adalah dengan menjaga kelembabannya. Pemilihan pelembab berbahan tepat akan dapat membantu kulit mempertahankan kelembabannya, bahan tersebut diantaranya hyaluronic acid, asam glikolat atau emolien seperti minyak baobab. Pemijatan wajah dengan pelembab dilakukan dalam gerakan ke atas serta pada leher pula.

5. Pemberian serum perawatan kulit setiap hari

Pemberian serum perawatan kulit hendaknya berbahan asam glikolat, retinol, asam kojic dan/atau vitamin C. Asam glikolat berfungsi melakukan chemoexfoliation pada kulit sehingga meningkatkan pergantian sel dan menghilangkan kelebihan melanin pada lapisan epidermis. Retinol, asam kojic, dan Vitamin C membantu membalikkan reaksi yang menyebabkan munculnya flek hitam pada kulit.

6. Pemakaian tabir surya

Penggunaan tabir surya diyakini dapat mencegah munculnya flek hitam pada wajah. Dengan selalu memakai tabir surya dengan SPF 15 sampai 30 dan Mengoleskannya pada wajah setiap pagi atau 5 menit setelah mengoleskan pelembab pada kulit akan mencegah timbulnya flek tersebut.

Mudah-mudahan enam cara ini dapat menjadi tips kesehatan wanita yang bermanfaat, terutama bagi kesehatan kulit wajah wanita, dalam menghilangkan flek hitam di wajah.

Mengenal Kurap, Penyakit Kulit Yang Menjengkelkan

Mengenal Kurap, Penyakit Kulit Yang Menjengkelkan

Mengenal Kurap, Penyakit Kulit Yang Menjengkelkan – Pernahkah diantara Sahabat Informasi Kesehatan mengalami ketika sedang asyik berkumpul dengan sahabat atau kerabat, atau bahkan sedang bersosialisasi dengan para kolega merasakan gatal yang terasa sangat ingin digaruk? Bahkan, ketika kita sudah menggaruknya pun rasa gatal itu masih tetap hinggap disitu dan tetap ingin terus menggaruknya, pernahkah? Alhasil, tentu saja akan membuat rasa percaya diri kita pudar dan bahkan malu.

Mengenal Kurap, Penyakit Kulit Yang Menjengkelkan
Mengenal Kurap, Penyakit Kulit Yang Menjengkelkan

Nah bila begitu keadaannya, bisa jadi kita terkena penyakit kulit akibat terinfeksi jamur. Penyakit kulit ini disebut kurap atau dalam bahasa Latin dikenal sebagai Tinea Corporis. Penyakit akibat infeksi jamur ini bukan saja bisa menjangkiti kulit manusia, namun juga hewan seperti anjing, kucing, sapi, kambing ataupun domba. Oleh karena itu setelah kita merasakan akibatnya dan sebelum berpikir untuk mengobati penyakit ini, ada baiknya apabila kita Mengenal Kurap, Penyakit Kulit Yang Menjengkelkan baik dari sisi penyebab maupun gejalanya, sehingga solusi yang kita dapatkan bisa mengatasi penyakit ini secara komprehensif.

Dermatofit merupakan parasit yang dikenal sebagai penyebab kurap, yang memangsa keratin, yaitu materi yang terdapat pada lapisan terluar kulit. Kontak langsung dengan manusia atau hewan dan bahkan benda mati yang terinfeksi serta terkena jamur menjadi media terbaik penularan kurap. Pada orang yang suka berolahraga serta kurang menjaga kebersihan sangat rentan tertular infeksi jamur dan terkena kurap atau penyakit kulit lainnya.

Berdasarkan area tubuh yang dipengaruhi kurap, maka dikenal 8 jenis kurap (tinea), yaitu: barbae mempengaruhi wajah dan leher, capitis mempengaruhi kulit kepala, corporis mempengaruhi semua area tubuh, cruris terjadi di daerah selangkangan, faciei mempengaruhi wajah tetapi tidak daerah jenggot, manus mempengaruhi tangan, pedis mempengaruhi kaki, dan unquium mempengaruhi kuku tangan dan kuku kaki.

Ruam yang kadang-kadang mengelupas, retak, gatal, dan merah menjadi gejala terinfeksi kurap. Pada area kaki, gejala yang bisa dikenali terjadinya ruam berbentuk seperti lecet.

Di tubuh seperti pada area dada, perut, lengan, kaki, atau punggung, gejala kurap yang dijumpai berupa ruam dengan tepi yang berwarna merah dan bersisik atau lembap. Ruam ini mungkin juga memiliki benjolan kecil yang terlihat seperti melepuh. Penampilan yang berbentuk cincin, atau sekelompok benjolan merah nampak jelas pada pusat ruam.

Gejala kurap di wajah seperti di wajah, telinga, atau keduanya, akan terasa sangat gatal ketika berada di bawah sinar matahari.
Kemudian terlihat terdapat perbedaan di kulit yang terinfeksi dengan kulit yang lain.

Pada gejala kurap di area selangkangan yakni pangkal paha, lipatan kulit, paha bagian dalam, atau bokong, terdapat ruam dengan tepi yang sangat berbeda dan mungkin bersisik atau memiliki benjolan yang terlihat seperti melepuh.

Pada gejala kurap yang terjadi di tangan dan telapak tangan yang umumnya sering dikira eksim, memiliki bentuk ruam menebal, kering, dan bersisik. Pada kulit diantara jari-jari akan terasa lembap dan memiliki luka yang terbuka. Sedangkan ada bagian belakang tangan yang berwarna merah dan bersisik, memiliki benjolan dengan tepi yang terlihat seperti melepuh.

Demikian uraian singkat tentang kurap, pada kesempatan lain akan kita uraikan tentang pengobatan kurap secara alami.

Penyakit penyebab terjadi ruam kulit

Penyakit penyebab terjadi ruam kulit

Penyakit penyebab terjadi ruam kulit – Pada kesempatan kali ini kita kembali kita ajak membicarakan mengenai kesehatan kulit yang mungkin sudah lama tidak kita sentuh, terutama timbulnya ruam.

Seperti diketahui Sahabat Informasi Kesehatan bahwa ruam kulit adalah area kulit yang telah menjadi bengkak atau iritasi. Ruam kulit dapat mencakup benjolan kulit atau luka, bersisik atau kulit merah dan kulit gatal atau terbakar. Ruam kulit dapat disebabkan oleh banyak kondisi medis atau oleh banyak penyakit penyebab terjadinya ruam kulit.

Cacar Air - Penyakit penyebab terjadi ruam kulit
Cacar Air – Penyakit penyebab terjadi ruam kulit

Sementara itu, beberapa ruam kulit terjadi segera, sementara yang lain memerlukan beberapa waktu untuk berkembang. Pengidentifikasi sangat penting dilakukan terhadap penampilan, lokasi dan warna ruam kulit untuk membantu dokter menentukan diagnosis yang tepat dan mengawali pengobatan ruam ini dengan tepat.

Nah, bila kita ataupun sanak kerabat dan teman kita mengalami ruam kulit, ada baiknya menyimak penggambarannya berikut ini:

1. Cacar air, dengan ruam kulit menyebabkan kulit melepuh

Virus penyebab penakit ini dikenal sebagai varicella zoster, atau lebih sering disebut cacar. Penyakit ini menciptakan ruam kulit melepuh gatal pada wajah yang menyebar ke bawah untuk menutupi dada dan punggung. Ini biasanya disertai demam dan sakit tenggorokan. Meskipun vaksin tersedia, cacar masih sering terjadi pada anak di bawah usia 12 tahun. Pengobatan yang dilakukan ditujukan untuk mengendalikan gejala, termasuk demam.

2. Rubella, dengan bintik-bintik merah seluruh kulit

Ruam kulit lainnya yang disebabkan oleh virus dan dapat mempengaruhi anak-anak serta orang dewasa muda adalah rubella, atau campak Jerman. Rubella menyebabkan ruam bintik-bintik merah pada kulit, yang menyebar seperti cacar dari wajah ke bawah. Ruam kulit bisa gatal. Gejala lain termasuk sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, sakit kepala, dan hidung meler. Ada vaksin untuk rubella, tetapi sekitar 10 persen orang dewasa muda yang masih rentan. Rubella bisa sangat berbahaya bagi wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. Pengobatan serupa dengan cacar air.

3. Gatal-gatal (Hives), timbulnya mendadak, hingga nampak benjolan kulit gatal

Urtikaria, yakni reaksi vaskular dari dermis atas ditandai dengan penampilan sementara patch sedikit lebih tinggi (bercak) yang lebih merah atau lebih pucat dari kulit di sekitarnya dan sering diikuti oleh gatal parah. infeksi, atau stress urticaria emosional juga dikenal sebagai gatal-gatal, adalah ruam kulit yang datang tiba-tiba dan menyebabkan pucat, gatal, atau pembengkakan merah muda pada kulit dan luka bakar atau sengatan. Kondisi kulit ini bisa terjadi di mana saja pada kulit. Sampai dengan 20 persen orang mungkin mengalami gatal-gatal setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka. Hives dapat berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu dan dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau obat-obatan. Pengobatan yang paling umum adalah untuk menghindari penyebabnya dan mengobati gejala dengan obat antihistamin.

4. Ruam kulit disebabkan oleh obat

Sebuah ruam kulit akibat obat dapat disebabkan dari reaksi alergi terhadap obat, efek samping obat, atau dari sensitivitas terhadap sinar matahari yang disebabkan oleh obat. Ruam obat dapat terjadi segera setelah minum obat, atau sampai beberapa jam kemudian. Jenis ruam obat termasuk sarang atau letusan benjolan kulit, ungu atau merah perubahan warna kulit, atau bersisik dan daerah menebal kulit.

Kondisi kulit ini bisa terjadi di mana saja pada kulit atau bahkan di dalam mulut. Pengobatannya adalah dengan berhenti minum obat dan mengelola gejala dengan antihistamin atau steroid. Dalam kasus yang jarang terjadi, ruam akibat obat bisa serius atau bahkan fatall, jadi segera konsultasikan dengan dokter kulit kita.

5. Biang keringat, sebuah ruam kulit yang menyengat

Biang keringat, atau ruam panas, menyebabkan kulit merah dan gatal-gatal yang menyengat. Benjolan kulit kecil dapat membentuk juga. Ruam panas disebabkan ketika keringat akan diblokir di pori-pori kulit kikta. Ruam ini adalah sering terjadi pada bayi, namun dapat terjadi pada semua usia. Kondisi kulit ini cenderung untuk membentuk dimana kulit saling menggesek terhadap kulit, seperti di lipatan kulit leher, payudara, selangkangan dan ketiak. Pengobatan terbaik adalah dengan mendinginkan, mengeringkan dan mengurangi gesekan.

6. Intertrigo, dengan ruam kulit yang terjadi di lipatan tubuh

Intertrigo adalah kondisi kulit yang terjadi pada lipatan kulit, di bawah payudara, di paha, di bawah ketiak atau di bawah lipatan perut. Gesekan atau chaffing ini menyebabkan ruam kulit merah atau kulit coklat yang terinfeksi dengan ragi atau bakteri dan menjadi mentah.

Ruam kulit mungkin berisi cairan dan gatal. Ruam ini lebih sering terjadi pada Sahabat Informasi Kesehatan yang kelebihan berat badan dan pada orang dengan diabetes. Pengobatan dilakukan dengan melibatkan dan menjaga daerah kering, mengobati infeksi serta menggunakan krim steroid.

7. Rosacea, menimbulkan ruam merah di wajah

Rosacea adalah kondisi kulit yang umum yang terjadi pada wajah orang dewasa. Atau, penyakit yang mengganggu kesehatan kulit, yang biasanya muncul pada orang selama 30-an dan 40-an. Hal ini ditandai dengan kemerahan (eritema) wajah, pembilasan kulit dan adanya jerawat keras (papula) atau nanah jerawat (pustula) dan terlihat spider veins kecil seperti disebut telangiectasias.

Pada stadium lanjut dari penyakit ini, wajah bisa bengkak dan hidung dapat menyerupai penampilan bola seperti yang disebut rhinophyma.

Gejala rosacea termasuk kemerahan pada pipi, hidung, dahi dan dagu. Pembuluh darah kecil dapat dilihat pada permukaan kulit merah, bersama dengan benjolan kulit dan jerawat, meskipun ini tidak berhubungan dengan jerawat. Rosacea hanya mempengaruhi wajah. Penyebabnya tidak diketahui dan tidak ada obat, meskipun pengobatan dengan antibiotik dapat meminimalkan gejala.

8. Eksim, menimbulkan ruam merah dan membuat kulit gatal

Kata lain untuk eksim adalah dermatitis, atau peradangan kulit. Eksim menyebabkan kulit kita menjadi kering dan gatal. Menggaruk membuat kulit kita merah dan meradang. Eksim tidak menular, dan penyebab umum termasuk deterjen, sabun, wol dan serat sintetis. Eksim merupakan hal yang sangat umum pada bayi dan anak-anak, tetapi juga dapat terjadi dan dialami pada usia berapa pun. Pengobatan terbaik adalah menghindari zat yang kulit kita sensitif terhadapnya.

9. Dermatitis kontak, menimbulkan ruam kulit disebabkan oleh iritasi atau alergi

Dermatitis kontak dapat disebabkan oleh zat penyebab alergi atau zat menjengkelkan yang menyentuh atau terjadi kontak dengan kulit kita. Zat menjengkelkan lebih umum dan termasuk pelarut, asam dan deterjen. Dermatitis kontak alergi biasanya terlihat dengan poison ivy, kosmetik dan obat-obatan yang dioleskan pada kulit. Ruam kulit dermatitis kontak dapat muncul sebagai kulit merah, benjolan kulit, lecet, sisik, kerak, atau luka. Gatal adalah umum. Pengobatan dermatitis kontak termasuk mencuci kulit dan menggunakan lotion anti-gatal dan steroid.

10. Impetigo, merupakan ruam kulit disebabkan oleh bakteri

Impetigo adalah ruam yang disebabkan oleh infeksi kulit, biasanya ditelusuri ke salah satu dari dua bakteri, yakni kelompok A streptokokus atau Staphylococcus aureus. Ruam kulit ini muncul sebagai cokelat, luka berkerak atau lecet di sekitar daerah hidung atau mulut. Ruam ini sangat gatal dan sangat menular. Menggaruk ruam dan kemudian menyentuh bagian lain dari tubuh, atau orang lain, akan menyebabkan ia menyebar. Pengobatan impetigo adalah dengan krim antibiotik atau lotion, dan untuk kasus yang lebih parah, dengan antibiotik oral.

Demikian 10 jenis ruam kulit berikut ciri tampilannya yang diakibatkan atau diidentifikasi dari beberapa penyebab yang menimbulkannya. Senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan kulit merupakan kunci utama terjaganya kulit kita dari penyakit penyebab terjadinya ruam kulit.

Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka

Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka

Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka – Pada saat liburan panjang tiba atau libur akhir pekan, sahabat Informasi Kesehatan pasti telah merencanakan banyak kegiatan untuk mengisi masa liburan itu. Barangkali salah satu aktivitas yang dipilih untuk mengisi liburan tersebut adalah berenang kolam, sungai dan laut atau beraktivitas air lainnya di alam terbuka, seperti berselancar di laut, ski air di sungai, arung jeram, susur sungai, snorkling dll. Dan biasanya, beberapa orang diantaranya mengalami gatal hingga terjadi ruam di kulit setelah beraktivitas air tersebut.

Faktanya, ada banyak penyebab terjadinya Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka. Beberapa penyebab tersebut diantaranya adalah gigitan serangga, urtikaria (gatal-gatal) dingin dan organisme mikroskopis. Sedangkan sebab lainnya adalah alergi sinar matahari karena seharian kulit terpapar oleh sinarnya.

Khusus pada organisme mikroskopis menyebabkan dua jenis gatal beruam yaitu yang pertama adalah paparan air tawar karena berenang atau beraktivitas di air tawar seperti danau, kolam, sungai dan sungai. Sedangkan yang kedua adalah paparan dari air asin (laut).

Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka
Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka

Salah satu gatal beruam terjadi karena paparan air tawar disebut dengan Gatal Perenang atau Swimmer’s Itch. Gangguan ini juga dikenal sebagai Dermatitis Cercarial. Dermatitis ini terjadi ketika seseorang berenang di air tawar yang terkontaminasi dengan parasit, yang disebut schistosomes. Atau akibat sensitivitas terhadap cacing pipih yang mati di bawah kulit. Air tawar yang terkontaminasi tersebut biasanya menjadi habitat burung-burung air dan siput air tawar. Hewan-hewan inilah yang menjadi tuan rumah untuk siklus hidup schistosome. Parasit schistosomes akan berkembang di habitat ini dan memasuki kulit manusia, menyebabkan ruam menjengkelkan atau alergi seperti mati. Parasit ini juga menyebabkan berbagai infeksi parasit berbahaya pada manusia.

Gangguan dermatitis cercarial ini menyebabkan gatal, bergelombang, ruam merah pada kulit yang terkena serta tidak tercakup oleh baju renang. Ruam tersebut biasanya berkembang dalam satu hari setelah terpapar air yang terkontaminasi. Pencegahan efektif yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari kontak dengan kolam, danau dan sungai yang terkontaminasi.

Dengan atau tanpa pengobatan, ruam yang timbul dari gangguan ini biasanya hilang dalam seminggu. Karena schistosome hanya menyebabkan ruam kulit tapi tidak menyebabkan infeksi parasit pada manusia – mati di kulit, serta tidak menular dari orang ke orang. Ruam sebaiknya diobati dengan krim kortikosteroid topikal dan antihistamin oral, meskipun kadang membutuhkan perhatian dan perawatan medis yang lebih, terutama bila diindikasikan infeksi bakteri sekunder hadir pula.

Gangguan akibat aktivitas paparan air asin disebut sebagai Letusan Seabather (Seabather’s Eruption), yaitu ruam gatal yang terjadi setelah berenang di laut, yang diyakini hasil dari hipersensitivitas terhadap racun ubur-ubur bidal larva (ubur-ubur sejati), racun larva Conidaria (hidrozoa karang api) dan anemon laut. Larva mikroskopis ini terjebak diantara kulit seseorang dan pakaian renang, wetsuit, papan selancar atau benda lain. Akibatnya menyebabkan gatal, ruam kulit terbakar pada daerah yang tertutup pakaian. Gejala sering muncul ketika orang tersebut masih di laut, tetapi dapat pula terjadi beberapa jam setelah paparan. Menggosok kulit membuat gejala lebih buruk, karena larva akan merilis racun ke dalam kulit akibat tekanan atau gesekan. Kadang-kadang juga bisa dibarengi dengan gejala-gejala sistemik dari racun, seperti demam, menggigil, mual, muntah, sakit kepala dan diare.

Ruam kulit ini dapat berlangsung selama beberapa hari, terutama jika pakaian renang yang terkontaminasi tersebut dipakai lagi tanpa dicuci. Pengobatannya mirip dengan gangguan sebelumnya, termasuk penggunaan krim steroid topikal, anthistamines lisan dan kebutuhan sesekali untuk kortikosteroid oral atau disuntikkan. Namun akan lebih komprehensif penanganannya apabila mengunjungi dokter kulit setempat.