Pengobatan Kanker Ovarium Stadium Lanjut

Pengobatan Kanker Ovarium Stadium Lanjut

Kanker Ovarium Stadium Lanjut – Perlu Anda tahu bahwa penyakit kanker ovarium ini bisa dikategorikan ke dalam 3 jenis, yakni tumor epitelial, tumor sel germinal, dan juga tumor stromal. Yang mana, penentuan dari jenis kanker yang satu ini berdasarkan sel mana yang nantinya akan diserang. Tumor epitelial merupakan kanker ovarium yang biasanya terjadi apabila sel kankernya menyerang jaringan yang telah membungkus ovarium. Ada sekitar 9 dari 10 kasus penyakit kanker ovarium adalah jenis ini. Sementara itu untuk tumor stromal ini sendiri akan muncul pada saat sel kankernya menyerang jaringan yang mengandung sel penghasil hormon. Jenis kanker tersebut masuk dalam kategori jarang dan diperkirakan hanya akan diderita 7 dari 100 pengidap kanker ovarium. Lain halnya dengan tumor sel germinal, sel kanker tersebut menyerang sel-sel penghasil telur dan jenis kanker ovarium ini umumnya akan menyerang wanita muda.

 Pengobatan Kanker Ovarium Stadium Lanjut

Pengobatan kanker ovarium stadium lanjut

Memang benar sekali jika masing-masing dari pengidap penyakit kanker yang satu ini akan membutuhkan pengobatan yang berbeda-beda, hal tersebut umumnya akan ditentukan berdasar stadium kanker yang diderita., keinginan untuk mendapatkan keturunan, serta kondisi kesehatan. Langkah awal dalam pengobatan penyakit kanker stadium lanjut adalah dengan cara operasi atau pun kemoterapi.

Prosedur operasi dilakukan dengan cara mengangkat kedua ovariu, rahim, tuba falopi, dan juga jaringan lemak yang berada di dalam perut atau omentum. Yang mana operasi ini juga dapat melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening yang terjadi di bagian panggul dan juga rongga perut untuk mencegah serta mencari tahu apabila memang terjadi penyebaran sel kanker. Dengan diangkatnya kedua rahim dan ovarium ini, Anda dimungkinkan tidak bisa memiliki keturunan lagi.

Dan setelah dilakukannya operasi, umumnya dokter akan menjadwalkan proses kemoterapi. Hal yang demikian ini dilakukan dengan tujuan untuk membasmi sel kanker yang masih tersisa. Misalnya saja dengan diberikan obat carboplatin yang terkadang dikombinasikan dengan obat paclitaxel. Kemoterapi ini terkadang juga diberikan sebelum dilakukannya operasi, dengan tujuan untuk mengecilkan tumor, sehingga lebih mudah saat proses pengangkatan.

Perlu Anda tahu juga, bahwasannya semakin dini penyakit kanker ovarium ini terdeteksi dan juga ditangani, maka kemungkinan Anda untuk dapat bertahan hidup juga akan meningkat. Penderita yang telah didiagnosis positif mengidap penyakit kanker ovarium diperkirakan akan memiliki kesempatan untuk bisa bertahan hidup selama 1 tahun sekitar 70 %. Terdapat lebih dari 45 % dari penderita kanker ovarium yang bertahan hidup setidaknya 5 tahun, dan 35 % lagi selama 10 tahun. Penderita kanker ovarium stadiun lanjut ini umumnya tidak bisa disembuhkan dan tujuan dari diadakannya penangannya seperti ini adalah untuk mengurangi gejala serta mendorong tumor untuk dapat memasuki masa remisi.

Demikianlah tadi sekilas informasi tentang pengobatan kanker ovarium stadium lanjut yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi

Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi

Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi- Kemo atau kemoterapi ini merupakan sejenis pengobatan yang biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit kanker. Dan paling sering kemoterapi ini adalah pengobatan sistemik, obat yang telah diberikan dengan cara memasuki aliran darah dan nantinya akan mencapai semua bagian tubuh. Kemoterapi sistemik bisa berguna untuk penyakit kanker yang sudah menyebar. Sebagian besar wanita, kemoterapi sistemik ini akan menggunakan beberapa obat-obatan yang akan disuntikan dalam vena, atau pun diberikan secara langsung melalui mulut. Untuk beberapa kasus penyakit kanker ovarium, kemoterapi tersebut juga bisa disuntikan melalui kateter atau tabung tipis langsung dalam rongga perut. Hal ini biasanya disebut dengan intraperitoneal kemoterapi. Obat yang akan diberikan dengan cara ini juga akan diserap dalam aliran darah, sehingga kemoterapi intraperitoneal tersebut juga menjadi jenis kemoterapi sistemik. Hal ini akan kami bahas secara rinci pada ulasan berikut ini.

Pengobatan Kanker Ovarium dengan Kemoterapi

Pengobatan kanker ovarium epitel dengan kemoterapi

Kemoterapi untuk kanker ovarium yang biasa digunakan adalah kombinasi dari 2 atau pun lebih obat diberikan IV disetiap 3 hingga 4 minggu. Yang mana, pemberian kombinasi obat ini tak hanya  1 macam obat saja sepertinya lebih efektif di dalam proses pengobatan awal kanker ovarium. Selain hal itu, pendekatan standar merupakan kombinasi dari senyawa platinum, seperti halnya cisplatin atau pun carboplatin serta taxane, seperti halnya pacitaxel atau pun docetaxel. Untuk IV kemoterapi, dokter biasanya mendukung carboplatin lebih cisplatin, sebab mempunyai efek samping yang lebih sedikit dan juga sama efektif.

Kursus khas kemoterapi untuk jenis penyakit kanker ovarium epitel ini biasanya akan melibatkan 3 hingga 6 siklus. Dimana sebuah siklus merupakan jadwal dosis biasa obat, yang nantinya akan diikuti dengan periode istirahat. Obat yang berbeda tentunya memiliki berbagai siklus. Dokter Anda pun aka membiarkan Anda tahu apa jadwal yang akan direncanakan untuk kemoterapi Anda. Selain itu, kanker ovarium epite ini seringkali menyusut atau bahkan sepertinya pergi dengan kemoterapi, namun sel kanker tersebut pada akhirnya akan mulai tumbuh kembali. Bila kemoterapi pertama sepertinya bekerja dengan sangat baik, dan kanker juga tidak tumbuh untuk waktu yang cukup lama, minimal 6 hingga 12 bulan, maka dapat diobati dengan siklus tambahan dari kemoterapi yang sama digunakan pertama kalinya.

Dalam beberapa kasus, obat yang berbeda juga bisa digunakan. Obat kemoterapi untuk membunuh sel kanker, akan tetapi juga bisa merusak beberapa sel normal. Oleh sebab itulah, dokter nantinya akan sangat berhati-hati untuk dapat menghindari atau pun setidaknya bisa meminimalkan efek samping yang tergantung pada jeni obat yang akan digunakan, jumlah yang diambil, dan juga lamanya pengobatan yang diberikan.

Demikianlah tadi sekilas informasi tentang pengobatan kanker ovarium dengan kemoterapi yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Gejala dan Penyebab Kanker Ovarium pada Wanita

Gejala dan Penyebab Kanker Ovarium pada Wanita

Kanker ovarium ini adalah salah satu jenis penyakit yang paling sulit untuk dikenali. Yang mana, kanker ovarium pada stadium 1 jarang menyebabkan gejala-gejala. Apabila ada sekalipun, gejala-gejala penyakit kanker ovarium tersebut cenderung dikira akibat dari penyakit yang lainnya, seperti terjadinya iritasi usus atau pun konstipasi, sehingga sering baru terdeteksi ketika penyakit kanker ovarium ini sudah mulai menyebar di dalam tubuh dan menjadi sangat berbahaya. Oleh karena itulah, penting sekali buat Anda untuk selalu waspada dengan beberapa gejala kanker ovarium yang biasanya dialami oleh penderita penyakit tersebut. Nah, untuk mengetahui apa saja gejala-gejala penyakit kanker ovarium pada wanita, silakan Anda simak ulasan berikut ini.

gejala dan penyebab kanker ovarium

Gejala-gejala penyakit kanker ovarium pada wanita

  • Terjadinya pembengkakan di bagian perut.
  • Perut yang akan selalu terasa kembung.
  • Rasa sakit hebat di bagian perut.
  • Terjadinya penurunan berat badan dengan drastis.
  • Cepat sekali merasa kenyang walaupun makan dengan porsi yang sangat sedikit.
  • Mual-mual.
  • Terjadinya perubahan pada kebiasaan buang air besar atau BAB, contohnya saja konstipasi.
  • Frekuensi buang air kecil terjadi peningkatan.
  • Sakit pada saat berhubungan intim.

Pastikan Anda segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda memang merasakan beberapa gejala-gejala di atas, khususnya yang seringkali dialami atau pun tak kunjung membaik. Jangan pernah menganggap remeh indikasi penyakit walaupun merasa atau pun tampak sepele.

Penyebab dan faktor resiko kanker ovarium pada wanita

Sama halnya dengan penyakit kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium tersebut hingga kini juga masih belum diketahui akan kejelasanya. Namun, para pakar telah menduga bahwasanya ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang, khususnya wanita untuk terkena kanker satu ini. Faktor-faktor resiko tersebut seperti :

  • Kanker ovarium ini lebih cenderung terjadi pada wanita yang berusia 50 tahun ke atas.
  • Faktor keturnan dan juga genetika. Resiko Anda untuk bisa terkena penyakit kanker ovarium ini akan terus meningkat apabila ada anggota keluarga kandung yang juga mengidap kanker ovarium atau pun kanker payudara. Begitu pun dengan pemilik gen BRCA 1 dan BRCA 2.
  • Terapi penggantian hormon esterogen, khususnya yang jangka panjang serta berdosis tinggi.
  • Tidak pernah hamil.
  • Mengidap endometriosis.
  • Alami siklus mensteruasi sebelum usia 12 tahun dan juga menopause setelah berusia 50 tahun.
  • Jalani proses pengobatan kesuburan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi UID.

Untuk proses diagnosis kanker ovarium ini, bisa dilakukan setelah Anda bertanya gejala yang telah dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan juga melakukan pemeriksaan fisik, dokter nantinya akan merekomendasikan pemeriksaan yang lebih detail. Proses tersebut umumnya meliputi tes darah, USG, dan juga biopsi.

Demikianlah informasi tentang gejala dan penyebab kanker ovarium pada wanita yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Ketahuilah Gejala Kanker Serviks Stadium 1

Ketahuilah Gejala Kanker Serviks Stadium 1

Salah satu kanker paling berbahaya yang bisa mengidap kaum hawa adalah kanker serviks. Kanker ini menyerang bagian leher rahim wanita. Para wanita harus paham betul tentang bahaya dari kanker serviks ini. Ada beberapa level stadium dari kanker Serviks, mulai dari 1,2,3 hingga 4. Untuk tahap awal, ada baiknya untuk mengenali gejala kanker serviks stadium 1.

Gejala Kanker Serviks Stadium 1

Secara ilmiah, munculnya kanker serviks disebabkan oleh mutasi dari sel-sel dalam tubuh. Sel-sel yang awalnya baik berubah menjadi sel buruk akibat dari proses mutasi tersebut. Akibatnya, munculah sel kanker yang lama kelamaan semakin banyak jumlahnya.

Di Indonesia, jumlah penderita kanker serviks selalu bertambah. Wanita yang sudah maupun belum berkeluarga mempunyai potensi yang sama untuk terserang penyakit berbahaya ini. Karena itulah, pemahaman mendasar terkait kanker serviks harus segera ditanamkan sejak dini. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah gejala awal dari kanker serviks.

Gejala Kanker Serviks Stadium 1

Kita harus mengetahui gejala atau tanda awal dari penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa gejala dari kanker serviks stadium 1 yang kerap terjadi pada para penderita penyakit tersebut.

1. Rasa Gatal pada Mulut Rahim

Salah satu gejala paling awal dari kanker serviks adalah rasa gatal pada mulut rahim. Awalnya, rasa gatal muncul hanya sesekali saja.  Namun, lama-kelamaan, rasa gatal sering muncul dan memberikan rasa sakit. Jika rasa gatal pada mulut rahim tersebut telah berubah menjadi rasa sakit, Anda harus waspada karena gejala tersebut sudah masuk dalam stadium selanjutnya. Hal ini disebabkan oleh bakteri-bakteri penyebab kanker serviks mulai menggerogoti bagian rahim penderitanya.

2. Pendarahan yang Tak Wajar

Setelah mengalami rasa gatal pada mulut rahim, gejala selanjutnya yang biasanya muncul adalah pendarahan pada bagian rahim yang terlihat tidak wajar. Pendarahan yang terjadi biasanya bermacam-macam tergantung dari kondisi penderita. Terkadang pendarahan yang terjadi masih dalam tahap wajar, namun juga ada beberapa kasus dimana pendarahan terjadi dengan sangat besar. Kita harus waspada dengan gejala pendarahan yang tak wajar ini.

3. Nyeri di Pinggul

Jangan remehkan gejala sakit atau nyeri pada bagian pinggul Anda. Karena, bisa jadi hal tersebut adalah tanda dari kanker serviks. Seringkali, penderita kanker serviks merasakan rasa sakit yang sangat pada bagian pinggul. Rasanya seperti saat mengalami menstruasi, namun pada waktu yang berbeda. Sakit itu akan berlangsung terus-menerus dan bisa dibilang akan menyiksa penderitanya. Oleh sebab itu, jangan remehkan begitu saja nyeri yang terjadi pada pinggul Anda.

Demikian tadi beberapa gejala kanker serviks stadium 1 yang harus kita ketahui. Dengan mengetahui ciri atau gejala awal dari penyakit tersebut, diharapkan kita bisa melakukan penanganan dan penyembuhan terhadap penyakit tersebut. Pengetahuan dasar tentang kanker serviks memang sangat diperlukan, khususnya bagi para wanita.

Inilah Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Inilah Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi para kaum hawa. Seperti layaknya kanker lain, kanker serviks juga terdiri dari beberapa tingkatan atau dalam bahasa medis disebut dengan stadium. Anda para wanita harus waspada jika dokter sudah memvonis Anda terkenan kanker serviks stadium 2. Untuk itulah ada baiknya untuk mengenali gejala-gejala kanker serviks stadium 2.

Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks atau kanker rahim merupakan sebuah penyakit yang menyerang bagian rahim para wanita. Hal ini disebabkan oleh perubahan sel-sel pada tubuh atau dalam dunia medis disebut dengan mutasi. Akibat mutasi tersebut, sel-sel yang awalnya baik berubah menjadi jahat sehingga bisa merusak rahim dan menimbulkan kanker.

Penyakit ini sendiri tak mengenal usia. Wanita yang masih relatif muda sama beresikonya dengan wanita yang sudah berumur. Untuk itulah penting untuk menumbuhkan pengetahuan tentang penyakit kanker serviks ini sejak dini.

Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Seperti yang sudah disebutkan di awal, Anda harus waspada jika kanker serviks sudah memasuki stadium 2. Kenali tanda atau ciri dari kanker serviks stadium 2. Berikut ini adalah beberapa gejala kanker serviks stadium 2 yang biasanya terjadi.

1. Sakit Saat Buang Air Kecil

Gejala pertama dari kanker serviks stadium 2 adalah rasa sakit pada bagian rahim saat sedang buang air kecil. Rasa sakit tersebut muncul karena dinding dan mulut rahim sudah mulai terinfeksi oleh bakteri-bakteri penyebab kanker serviks. Sakit pada saat buang air kecil memang bisa berarti banyak hal. tapi Anda perlu curiga serta waspada jika mengalami sakit pada saat buang air kecil yang berlangsung cukup lama dan tak kunjung sembuh.

2. Sakit pada Mulut Rahim

Gejala selanjutnya adalah rasa sakit yang ada pada mulut rahim penderitanya. Rasa sakit ini tidak muncul begitu saja. Semua berawal dari rasa gatal yang terjadi tiba-tiba pada bagian mulut rahim. Rasa gatal tersebut lama-kelamaan akan berganti menjadi rasa sakit yang teramat menyiksa. Jika sudah mengalami gejala tersebut, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Karena jika tak segera mendapatkan penanganan lebih lanjut, bahaya akan mengintai.

3. Sakit saat Melakukan Hubungan Seks

Anda perlu waspada jika mengalami rasa sakit yang luar biasa saat melakukan hubungan intim dengan pasangan Anda. Karena, gejala itu merupakan gejala yang sangat umum dan mudah dikenali dari kanker serviks. Rasa sakit tersebut akan membuat rahim Anda tersiksa dan bahkan pada banyak kasus tertentu akan menyebabkan pendarahan.

Itu tadi beberapa gejala kanker serviks stadium 2 yang biasa dialami oleh para penderitanya. Gejala-gejala tersebut harus Anda waspadai jika sebelumnya sudah divonis mengidap kanker serviks. Belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini, untuk itu jaga selalu kesehatan agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti kanker serviks ini.