Daftar Sayuran Yang Baik Untuk Ibu Hamil dan Janin

Daftar Sayuran Yang Baik Untuk Ibu Hamil dan Janin

Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan nutrisinya, salah satunya yaitu dengan konsumsi sayuran yang banyak mengandung vitamin serta mineral. Vitamin dan mineral sangat diperlukan ibu hamil untuk kepentingan pertumbuhan, serta perkembangan bayi yang ada di dalam kandungannya. Berikut beberapa sayuran yang baik untuk ibu hamil:

Daftar Sayuran Yang Baik Untuk Ibu Hamil dan Janin

1. Labu siam
Labu siam adalah sayuran umum yang banyak ditemukan di Indonesia. Sayuran ini dapat tumbuh di lingkungan sekitar. Ibu yang sedang hamil dianjurkan konsumsi labu siam karena banyak sekali manfaat dan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Labu siam mengandung asam folat yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan si janin, asa folat ini dapat mencegah bayi terlahir cacat.

Ibu hamil yang susah buang air besar sebaiknya konsumsi labu siam. karena labu siam mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan. Bahkan banyak orang percaya bahwa labu siam ternyata dapat mencegah timbulnya kanker. Sayuran yang baik untuk ibu hamil ini mengandung kalium yang tinggi yang berguna untuk menurunkan tekanan darah.

Labu siam juga sangat aman di konsumsi penderita diabetes dan seseorang yang sedang diet. Labu siam mengandung karbohidrat yang dapat mengenyangkan, jadi tidak usah makan nasi banyak untuk kenyang cukup makan labu siam saja.

2. Kedelai Jepang
Kedelai jepang mengandung senyawa fitoestrogen yang dapat menjauhkan seseorang dari osteoporosisi. Selain itu, kedelai jepang atau yang disebut dengan edame mengandung zat besi, protein, kalium, magnesium, fosfor, riboflavin, dan vitamin K serta vitamin C. Dengan kandungannya tersebut kedelai jepang dapat memberikan asupan yang cukup untuk ibu hamil. Protein yang ada dalam kedelai jepang juga sangat tinggi, bahkan dapat setara dengan kandungan protein yang ada pada daging, ikan, dan ayam.

3. Kentang
Kentang adalah sayuran yang baik untuk ibu hamil yang dapat dibuat menjadi berbagai masalah. Mulai dari yang manis, asin, hingga yang pedas sekali pun. Kentang atau yang memiliki namasolanumtuberosum ini mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk ibu

hamil. Kentang dapat melancarkan pencernaan pada ibu hamil, karena teksturnya yang lembut kentang dapat dicerna dengan mudah oleh organ pencernaan. Oleh sebab itu ibu hamil yang sedang sembelit sebaiknya konsumsi kentang, akan tetapi jangan berlebihan.

Kentang yang mengandung karbohidrat ini ternyata mampu menurunkan berat badan. Kentang dapat menggantikan fungsi nasi sebagai pengganti karbohidrat, ibu hamil yang ingin menurunkan kelebihan berat badan karena kehamilan, bisa konsumsi kentang karena sangat mengenyangkan. Konsumsi kentang juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung ,karena kentang mengandung karotenoid yang dapat menjaga kesehatan jantung.

Kentang mengandung serat alami yang sangat baik untuk membantu meningkatkan produksi insulin dan menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Selain itu kentang juga bisa menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung vitamin B, dan vitamin C.

4. Daun Katuk
Ibu hamil pasca melahirkan dianjurkan untuk konsumsi daun katuk, karena daun katuk dapat memperlancar ASI yang keluar. Daun katuk juga mengandung zat besi, protein, kalium, alkaloid, fosfor, seskuiterna, sterol serta vitamin A, B1, dan vitamin C.

5. Kacang Hijau
Kacang hijau mengandung asam folat, vitamin B1, fosfor, protein, magnesium, kalium, mangan, dan tiamin. Kandungan asam folat yang tinggi pada kacang hijau dapat mencegah bayi terlahir cacat, dan membantu perkembangan saraf janin. Sayuran lainyang baik untuk ibu hamil yang juga mengandung asam folat adalah bayam, brokoli, kacang kedelai, dan yang lainnya.

Demikianlah beberapa sayuran yang baik untuk ibu hamil. Konsumsilah setiap hari, agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Bahaya Batuk Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya

Bahaya Batuk Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya

Bahaya Batuk Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya. Pengertian batuk adalah bisa dikatakan sebagai bentuk reflek yang dilakukan tubuh terhadap reaksi dari adanya suatu benda asing atau virus, yang masuk pada daerah saluran pernapasan seseorang ataupun pada tenggorokan. Benda-benda yang masuk pada tenggorokan ataupun saluran pernapasan adalah seperti kuman, lendir serta benda lain yang menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Batuk pada ibu hamil akan lebih mudah menyerang pada seseorang yang mempunyai kekebalan tubuh rendah.

Bahaya Batuk Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya

Memang selama sedang dalam masa kehamilan, tubuh sang ibu biasanya banyak sekali mengalami perubahan, baik dalam bentuk fisik maupun psikis. Pada fisik, kadang tenggorokan akan terasa gatal dan mengeluarkan lendir yang dapat memicu terjadinya penyakit batuk. Jika sakit batuk semakin parah dan tak berangsur sembuh, maka hal tersebut dapat memberikan efek yang kurang baik pada kehamilan sang ibu.

Perubahan lain yang biasa terjadi saat hamil adalah pada melebarnya rongga dada dan rongga perut. Akan tetapi, jika batuk yang terjadi sangat parah dan keras maka dapat menimbulkan tekanan pada rongga perut. Sehingga dengan spontan akan mengeluarkan air kemih dan juga kotoran secara spontan.

Resiko batuk parah pada ibu hamil adalah:
Resiko yang terjadi memang cukup parah, mulai dari pendarahan sampai keguguran. Apalagi jika sang ibu hamil memiliki riwayat seperti, pernah mengalami keguguran, kehamilan kembar, dan sulit hamil karena memiliki riwayat tidak subur. Resiko batuk pada ibu hamil yang lain adalah ibu hamil akan merasakan berat ketikan bernafas, dan juga akan merasakan sakit pada perut bagian depan. Apalagi bila usia kandungannya sudah memasuki trimester ke-3 atau usia kehamilan 8 bulan.

Rasa sakit dan napas yang sesak tersebut terjadi dikarenakan sudah tuanya usia kehamilan sang ibu. Karena pada masa usia kehamilan tersebut kepala sang bayi sudah berada pada perut bagian bawah, atau sudah mapan di posisi jalan lahirnya dengan tepat. Tekanan kepala calon bayi pada rongga panggul dan tulang kemaluan inilah yang akan menjadikan rasa sakit ketika anda batuk keras dan kuat. Dan jika batuk terus dan berulang-ulang bisa menyebabkan rasa sakit pada ulu hati sang ibu hamil.

Cara mengatasi batuk pada ibu hamil:

Untuk membantu mengatasi batuk pada ibu hamil, ibu harus mengobatinya berdasarkan penyebabnya. Berikut diantaranya:

  • Apabila batuk pada ibu hamil disebabkan oleh alergi, maka cukup hindari alergi tersebut. Misalkan karena udara yang dingin, pakailah jaket atau baju lain yang tebal dan hangat. Serta makan dan minumlah yang hangat-hangat saja.
  • Jika terjadinyabatuk pada ibu hamil karena infeksi, maka minumlah obat batuk yang aman atas anjuran dokter atau konsultasikan terlebih dahulu pada dokter spesialis kandungan.
  • Dan jika batuk pada ibu hamil disebabkan karena terkena iritasi maka anda harus mengobatinya dengan sering meminum air putih dalam keadaan hangat.

Cara untuk mencegah batuk pada ibu hamil dengan efektif dan baik:

  • Hindarilah merokok atau asam rokok pasif
  • Berpola hidup yang sehat
  • Biasakan ketika anda tidur posisi yang baik adalah dengan miring ke sebelah kiri. Sebab perut bagian kiri lebih luas, sehingga bayi dalam kandungan tidak tertekan.
  • Biasakan olahraga ringan seperti jalan-jalan tiap pagi, karena akan meningkatkan kinerja paru-paru anda.

Demikian adalah sekilas tentang batuk pada ibu hamil.Untuk ibu yang sedang hamil, sangat disarankan untuk senantiasa menjaga kesehatan ibu dan juga janin yang ada di dalam kandungan.Hindari segala sesuatu yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Jika sudah terlanjur terjadi, maka segeralah untuk diatas.

Cara Mudah Mendeteksi Awal Kehamilan

Cara Mudah Mendeteksi Awal Kehamilan

Cara mendeteksi kehamilan terkadang sulit untuk menentukan positif dan tidaknya setelah telat datang bulan. Walaupun datang bulan adalah merupakan salah satu tanda dari kehamilan, akan tetapi terlambatnya datang bulan bukan jaminan bahwa anda hamil. Apa bila seorang wanita mengalami siklus haid yang normal dan teratur, maka siklus haid dapat digunakan untuk menentukan atau mendeteksi kehamilan.

Cara Mudah Mendeteksi Awal Kehamilan

Siklus haid yang normal dan teratur juga bisa digunakan untuk menentukan waktu yang tepat saat merencanakan kehamilan. Akan tetapi bila seorang wanita mengalami siklus haid yang kurang normal atau tidak teratur, maka akan sedikit sulit untuk menentukan masa subur dan juga mendeteksi kehamilannya.

Berikut beberapa cara mudah mendeteksi awal kehamilan:

  • Dengan menggunakan alat tes kehamilan
    Alat tes kehamilan yang terjual bebas di pasaran biasanya tidak bisa secara akurat mendeteksi awal kehamilan anda. Alat tes kehamilan tersebut kurang peka untuk mendeteksi kehamilan. Jadi apabila anda mendapatkan hasil yang tidak memuaskan dengan hasil negatif, maka cobalahlah dalam beberapa hari lagi untuk mengeceknya kembali. Dan jika anda sudah mendapatkan hasil yang positif, maka anda bisa segera mengunjungi dokter untuk memastikan hasil dari alat tes kehamilan tersebut. Sehingga anda bisa mempersiapkan diri untuk menjaga kehamilan agar tetap aman dan sehat hingga proses persalinan.
  • Memperhatikan siklus haid
    Apabila siklus haid anda normal dan tepat waktu, mungkin anda bisa mendeteksi kehamilan anda dengan anda melihat salah satu gejala-gejala kehamilan yang umum terjadi yaitu terlambatnya datang bulan. Namun apabila siklus haid anda tidak normal maka tidak akan menghiraukan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat datang bulan. Sehingga anda akan mengetahui jika anda hamil setelah haid sudah berhenti selama beberapa bulan.
  • Adanya pendarahan kecil
    Biasanya wanita akan mengalami pendarahan kecil, apabila pembuahan telah terjadi. Terjadinya pendarahan biasanya karena adanya penggalian sel telur pada rahim. Dalam proses penggalian tersebut tidak diketahui secara pasti dan proses tersebut biasanya terjadi hanya 6 hari setelah adanya pembuahan. Sehingga apabila anda mengalami pendarahan kecil, maka bisa jadi itu merupakan tanda-tanda bahwa anda sedang hamil. Segeralah periksakan ke dokter agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.
  • Bengkaknya payudara
    cara mendeteksi kehamilan juga bisa dilihat atau dilakukan dengan memperhatikan bentuk payudara anda. Membengkaknya payudara dengan cepat bisa menjadi salah satu tanda-tanda dari kehamilan pada wanita. Selain membengkak, biasanya payudara juga akan terasa sakit saat disentuh. Payudara menjadi bengkak dan sakit ini disebabkan karena meningkatnya hormon di dalam tubuh. Rasa sakit payudara akan berkurang setelah trimester yang pertama.
  • Akan terjadi muntah atau mual
    Kebanyakan para wanita hamil akan mengalami rasa yang tak enak pada tubuh yang disertai dengan mual-mual dan serasa ingin muntah (morning sickness) yang biasanya terjadi pada pagi hari. Gejala seperti ini akan berhenti pada trimester ke 2.

Cara mendeteksi kehamilan juga bisa dilihat dari intensitas buang air kecil. Ibu hamil biasanya akan lebih sering buang air kecil karena jumlah cairan dan juga darah menjadi meningkat.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin Pada Usia Kehamilan 38 Minggu

Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin Pada Usia Kehamilan 38 Minggu

Mengamati setiap pertumbuhan, perkembangan dan gerak janin merupakan hal penting yang wajib dilakukan oleh ibu hamil semasa kehamilannya. Usia kehamilan 38 minggu merupakan waktu yang sangat tepat untuk mengamati setiap pergerakan bayi yang ada di dalam kandungan terutama di pagi hari saat bangun tidur.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin Pada Usia Kehamilan 38 Minggu

Pada umumnya, kelahiran bayi dimulai dari usia kehamilan 38 sampai 41 minggu. Namun, meskipun demikian persiapan proses persalinan harus diperhatikan sedini mungkin. Ini dikarenakan akan langsung berhubungan dengan keadaan atau kondisi ibu hamil yang berbeda-beda. Kadang ada ibu hamil yang melahirkan lebih awal dari waktu perkiraan. Oleh karena itu, akan menjadi sangat penting bagi ibu untuk mengamati dan juga mengenali setiap pergerakan janin yang ada di dalam kandungan menjelang proses kelahiran atau minggu-minggu terakhir.

Pada usia kehamilan yang memasuki 36 minggu, janin sudah mempunyai ukuran serta kematangan untuk siap dilahirkan. Organ tubuh janin sudah terbentuk secara sempurna. Organ tersebut diantaranya adalah jantung, hati, paru-paru dan juga ginjal. Organ hati pada janin yang berusia 36 minggu sudah bisa mengontrol atau menghasilkan kotoran. Organ dalam bayi yang sudah sempurna tersebut membuat bayi pada usia kehamilan 36 minggu sudah siap dilahirkan.

Pada usia kehamilan yang memasuki 37 minggu, janin yang ada di dalam kandungan sudah bisa mengubah posisinya menuju ke jalan persalinan. Pergerakan janin pada usia kehamilan yang memasuki 37 minggu ini ditandai dengan gerakan bayi yang mulai turun menuju ke bagian panggul sang itu. Pada umumnya, kepala bayi akan turun menghadap ke jalan lahir. Selain itu, pergerakan janin di usia ini yaitu ditandai dengan lapisan pelindung bayi di dalam rahim akan mulai menghilang, bulu halus mengalami kerontokan. Hal ini dikarenakan bayi menelan keduanya sehingga akan mempengaruhi fases atau kotoran hasil buang air besar yang pertama kali pada bayi menjadi berwarna kehitaman.

Menjelang usia kehamilan 38 minggu, ibu akan mengalami kontraksi lebih sering dari biasanya. Bukan hanya itu saja, pada usia kehamilan ini pergerakan janin semakin berkembang dan juga lincah. Ini ditandai dengan meningkatnya simpanan lemak pada bayi yang akan membantu mengkondisikan suhu tubuh pada bayi setelah proses persalinan. Kemudian di usia kehamilan yang telah memasuki 39 minggu, bayi akan bergerak menuju jalan lahir dan siap untuk dilahirkan, ini ditandai dengan cairan amnion yang tadinya jernih berubah menjadi lebih pucat.

Di minggu terakhir atau memasuki usia kehamilan 40 minggu, kondisi rahim ibu akan menjadi semakin sempit. Ini dikarenakan bayi yang berada di dalam kandungan menghasilkan hormon kortison. Hormon kortison ini bermanfaat untuk menyempurnakan organ dalam seperti paru-paru serta mempersiapkan untuk menerima udara dari luar setelah dilahirkan.

Demikianlah mengenai pertumbuhan dan perkembangan janin di kandungan yang telah memasuki usia kehamilan 38 minggu atau minggu-minggu terakhir. Semoga dengan informasi di atas, ibu hamil bisa mempersiapkan kelahiran sang buah hati dengan lebih maksimal.

Inilah Tanda-Tanda Bahaya Bagi Kehamilan

Inilah Tanda-Tanda Bahaya Bagi Kehamilan

Pada umumnya para ibu hamil menginginkan kondisi kehamilanya sehat dan lancar. Mengetahui gejala-gejala yang akan dihadapi selama proses kehamilan sampai proses persalinan nanti menjadi suatu hal yang harus sangat diperhatikan. Akan tetapi selain mengetahui hal tersebut di atas para wanita atau ibu hamil sebaiknya juga harus mengetahui beberapa gejala atau tanda-tanda bahaya bagi kehamilan.

Inilah Tanda-Tanda Bahaya Bagi Kehamilan

Hal ini bertujuan agar supaya ibu dapat lebih berhati-hati dalam melakukan aktifitas sehari-hari untuk menetralisir hal yang tidak di inginkan terhadap kandungannya. Sehingga bisa segera mencari bantuan medis jika hal buruk terjadi. Berikut ini ada beberapa tanda-tanda bahaya kehamilan yang harus anda ketahui untuk keselamatan ibu dan bayi dalam kandunganya.

Muntah dan mual yang berlebihan atau hiperemesis gravidarum
Pada umumnya mual dan muntah biasa di alami oleh para wanita atau ibu yang sedang hamil pada 3 bulan pertama usia kehamilan atau trisemester pertama, yaitu pada minggu ke 6 setelah menstruasi terakhir dan akan berhenti biasanya sampai minggu ke 10.

Tetapi jika mual dan muntah ini sering terjadi secara berlebihan maka akan sangat mengganggu. Apalagi jika bertambah lebih parah bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu juga dapat mengakibatkan organ hati rusak dan selaput lendir kerongkongan serta lambung dapat robek. Jadi anda harus segera menghubungi dokter jika anda mengalami mual dan muntah secara berlebihan.

Terjadi pendarahan pada trisemester berapapun
Pendarahan pada masa kehamilan bisa bermacam-macam. Pendarahan yang parah dan disertai dengan sakit perut dan juga kram, sehingga terasa seperti akan pingsan yang terjadi pada saat trisemester yang pertama merupakan tanda dari hamil di luar kandungan. Pendarahan seperti ini bisa terjadi dalam fase apapun selama masa kehamilan. Oleh sebab itu, jika anda mengalami gejala atau tanda tersebut, segeralah periksakan ke dokter kandungan secepat mungkin.

Aktivitas janin akan menurun
Bayi biasanya akan mengalami pergerakan normal sebanyak 10 kali tendangan. Namun jika bayi yang biasanya aktif bergerak tiba-tiba akan berkurang gerakanya berarti kondisi bayi tidak normal. Untuk keamanan sebaiknya segeralah periksakan pada dokter untuk mengetahui secara pasti dari masalah tersebut.

Pecahnya air ketuban
Apabila anda sedang berjalan kemudian ada air yang keluar dari vagina dengan jumlah yang banyak, bisa saja itu adalah air dari ketuban yang pecah. Apabila anda kurang yakin jika hal tersebut adalah merupakan air ketuban yang pecah, cobalah anda pergi ke kamar kecil untuk diperiksa. Jika cairan tersebut terus mengalir sedangkan anda tidak merasakan sedang buang air kecil, maka itu sudah dapat dipastikan air ketuban yang pecah. Segeralah untuk menghubungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan secepat mungkin sehingga tidak akan membahayakan janin yang ada di dalam kandungan anda.

Itulah beberapa tanda-tanda bahaya kehamilan yang harus anda perhatikan secara seksama. Semoga dengan informasi di atas, anda bisa lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan serta keamanan kandungan.