Menu

Asupan Gizi Berpengaruh Erat terhadap Kecerdasan

Juni 14, 2014 | Gizi | 137 Pengunjung

Asupan Gizi Berpengaruh Erat terhadap Kecerdasan – Sebagai bahan informasi untuk Sahabat Informasi Kesehatan bahwa berdasarkan data yang dilansir dalam Jurnal Lancet tahun 2013, sebanyak 44,7% kematian bayi disebabkan karena berat bayi lahir rendah (BBLR), kegagalan pemberian ASI, anak Balita stunting (pendek), kurus, dan kekurangan vitamin A dan mineral Zink.

Kalau diperhatikan lebih seksama dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kematian bayi sebesar 44,7% sebenarnya adalah berkaitan dengan asupan gizi. Kebutuhan akan asupan gizi memang mendominasi kebutuhan dasar bayi, anak dan balita. Asupan gizi tidak saja berperan dalam tumbuh kembang tubuh anak, namun juga tumbuh kembang otak dan kecerdasan anak. Kekurangan asupan gizi akan menimbulkan gangguan terhadap tumbuh kembang tubuh, otak dan kecerdasan anak, bayi serta balita. Dan bahkan kekurangan gizi juga memiliki hubungan erat serta berkontribusi dengan kematian anak di bawah 5 tahun.

Makanan Bergizi - Gizi Seimbang

Makanan Bergizi – Gizi Seimbang

Mengingat Asupan Gizi Berpengaruh Erat terhadap Kecerdasan manusia maka selayaknya perhatian dan kecukupan gizi harus diberikan sejak usia dini. Yodium sebagai salah satu zat yang berkontribusi dalam membangun kecerdasan anak maka asupannyapun juga harus terpenuhi. Apabila seorang anak yang mengalami gangguan akibat kekurangan yodium akan mengalami kehilangan kecerdasan sebesar 10 – 50 IQ point. Penurunan kecerdasan ini akan berujung pada rendahnya kecerdasan. Anak dengan kecerdasan rendah ini dikhawatirkan akan menjadi beban bagi masyarakatnya pada masa akan datang.

Secara garis besar, masalah gizi pada anak dapat dikelompokkan dalam tiga kategori. Kategori pertama  adalah kekurangan vitamin A dan Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), yang kedua yaitu stunting  dan gizi kurang pada anak Balita serta yang ketiga adalah kelebihan gizi, dimana saat ini tendensinya meningkat dan mengancam kesehatan masyarakat.  Kondisi ini menjadi persoalan serius karena memicu penyakit tidak menular pada usia lebih muda.

Baca Juga :   Konsumsi Aneka Ragam Makanan

Khusus untuk menanggulangi stunting, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan serangkaian kegiatan yang dimulai dari usia remaja dan fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu sejak janin dalam kandungan sampai dengan anak berusia 24 bulan.

Sedangkan pada persoalan obesitas pada anak dapat dicegah dengan cara memantau pertambahan berat badan dan tinggi badan secara teratur. Lebih lanjut upaya pencegahannya, adalah dengan penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) tubuh anak secara berkala, aktifitas fisik rutin tiga hingga lima kali seminggu dan melakukan pengontrolan makanan pada anak.

Kementerian Kesehatan selaku kuasa mandat atas kesehatan di negeri ini juga telah melakukan beberapa upaya dalam menangani permasalahan gizi. Hal ini ini dilaksanakan demi urgensinya terhadap tumbuh kembang dan kecerdasan anak, bayi dan balita. Diantara langkah yang telah ditempuh antara lain, pemberian vitamin A bagi setiap anak, Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), promosi pemberian ASI eksklusif dan penggunaan garam beryodium, pemberian Makanan Penggaanti ASI (MP-ASI) dan PMT pemulihan pada anak balita gizi kurang serta perawatan pada anak balita gizi buruk.

Di beberapa Propinsi telah pula dilakukan pemberian Multi Mikro Nutrition (MMN) yang terdiri dari 14 jenis vitamin dan mineral kepada anak balita. Bagi ibu hamil, diberikan 90 butir tablet zat besi dan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil yang menderita kurang energi kronis. Hal ini harus terus dilakukan secara kontinyu agar asupan gizi dapat terpenuhi, yang kesemuanya itu bermuara pada jaminan terbaik bagi tumbuh kembang dan kecerdasan anak Indonesia.

Related For Asupan Gizi Berpengaruh Erat terhadap Kecerdasan