Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks – Setelah kita membahas tentang zat pewarna yang berbahaya bagi kesehatan, kini kita akan membahas tentang bahaya penggunaan bahan penggunaan bahan pengawet bagi makanan kita.

Mungkin beberapa dari Sahabat Informasi Kesehatan telah mengenal bahan pengawet berbahaya yang banyak disalahgunakan menjadi bahan pengawet makanan. Yup, betul, itu adalah formalin dan boraks. Untuk itu uraian berikut akan menjelaskan tentang Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks.

– Formalin

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Formalin biasanya digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat. Formalin dilarang digunakan untuk pengawet pangan.

Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks
Mengenal dan Mewaspadai Penggunaan Formalin dan Boraks

Formalin sangat berbahaya apbila terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Jika terhirup dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan. Jika kena kulit dapat menyebabkan luka baker, reaksi alergi. Jika tertelan akan menyebabkan rasa terbakar pada mulut, tenggorokan dan perut, sakit menelan, mual dan muntah, sakit kepala, kejang hingga koma. Dapat pula merusak hati, jantung, otak, ginjal, syaraf. Konsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker. Apabila tertelan formalin sebanyak 30 ml (3 sendok makan) akan menyebabkan kematian. Beberapa penyalahgunaan formalin pada pangan diantaranya mie basah, tahu, ikan segar dan ikan kering.

– Ciri-ciri mie basah berformalin :

Tidak lengket, lebih mengkilap, baunya menyengat khas formalin, bertahan lebih dari 1 hari dalam suhu kamar/ruang.

– Ciri-ciri tahu berformalin :

Tidak lengket, lebih mengkilap, baunya menyengat khas formalin, bertahan lebih dari 1 hari dalam suhu kamar/ruang.

– Ciri-ciri ikan asin, ikan segar dan daging segar berformalin :

Tidak dihinggapi lalat dan baunya menyengat khas formalin

– Boraks

Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetrabonat (Na2B4071OH20). Apbila larut dalam air akan menjadi hidroksida dan asam borat (H3BO3). Salah satu turunan boraks yang sering disalahgunakan untuk pangan adalah bleng. Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat detergen, mengurangi kesadahan air dan antiseptic boraks. Dilarang keras digunakan untuk pangan.

Boraks sangat berbahaya apabila terhirup, mengenai kulit, mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit dan mata, mual, sakit kepala, nyeri hebat pada perut bagian atas. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistim sirkulasi akut, bahkan kematian. Konsumsi boraks 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian. Beberapa penyalahgunaan boraks dalam pangan antara lain bakso, silok, lontong dan kerupuk gendar.

– Ciri-ciri mie basah, bakso, lontong, cilok dan otak-otak mengandung boraks :

Tekstur sangat kenyal, tidak lengket dan tidak mudah putus.

– Ciri-ciri kerupuk rambak dari tepung gendar mengandung boraks :

Tekstur sangat renyah namun terasa getir.

Demikian informasi kesehatan tentang Penggunaan Formalin dan Boraks serta bahayanya yang disadur dari leaflet Badan POM Republik Indonesia, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat serta tambahan wawasan dan manfaat pengetahuan untuk kita semua.

Kelainan pada Plasenta

Kelainan pada Plasenta

Kelainan pada Plasenta – Setelah pada artikel sebelumnya Sahabat berkatsehat.com telah Memahami Fungsi Plasenta pada Masa Kehamilan, kali ini kita akan mengulas tentang kelainan yang bisa timbul pada plasenta. Uraian artikel ini dimaksudkan agar kita dapat lebih waspada dan berhati-hati selama masa kehamilan dan saat proses persalinan kelak.

Kelainan pada Plasenta
Kelainan pada Plasenta

Macam-Macam Kelainan pada Plasenta

Kelainan pada Plasenta jelas akan sangat mengganggu bukan saja selama masa kehamilan tetapi juga pada saat persalinan. Beberapa kelainan pada plasenta yang dapat diidentifikasi diuraikan sebagai berikut :

1. Plasenta Akreta

Pada kelainan ini, jaringan plasenta melekat terlalu erat hingga ke dalam dinding rahim sehingga tidak dapat dipisahkan. Secara pasti belum diketahui penyebab terjadinya kelainan ini. Jumlah kasusnya meningkat pada ibu yang pernah melakukan persalinan secara Caesar, atau memiliki riwayat kelainan plasenta previa. Kelainan ini mengharuskan ibu hamil melakukan persalinan dengan operasi Caesar sekaligus dilakukan penggangkatan rahim berikut plasentanya.

2. Plasenta Solusio

Kelainan ini terjadi karena plasenta lepas dari dinding rahim. Umumnya kelainan ini disebabkan oleh terjadinya trauma atau benturan. Sebagai akibatnya ibu mengalami kelainan pembekuan darah atau pertumbuhan plasentanya menjadi tidak normal (abnormal). Apabila telah terjadi pelepasan plasenta pada dinding rahim, maka jalan satu-satunya adalah janin harus segera dilahirkan.

3. Plasenta Previa

Pada kelainan plasenta previa ini, kondisi plasenta menempel pada bagian terbawah rahim sehingga menghalangi mulut rahim. Menempelnya plasenta ini bisa terjadi di samping mulut rahim (marginal), menutup sebagian mulut rahim atau parsial dan menutup seluruhnya jalan lahir atau yang disebut totalis. Gejala yang biasanya terjadi adalah pendarahan berulang serta sering diikuti dengan kram. Pendarahan ini biasanya terjadi pada trimester dua akhir dan trimester tiga masa kehamilan.

4. Plasenta Insufisiensi

Kelainan ini timbul apabila fungsi transport nutrisi dari sang ibu kepada janinnya tidak berjalan dengan baik atau terganggu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh ibu hami yang merokok, penderita diabetes kronis atau ibu hamil dengan kelainan ginjal. Akibat dari kelainan ini adalah ukuran janin lebih kecil dari normal karena terganggunya asupan makan tersebut.

Semoga dengan uraian ini akan membuat ibu hamil akan makin rajin memperhatikan dengan seksama perkembangan kehamilannya dengan jalan mengunjungi dokter kandungan dan bidan terdekat. Karena dengan rutinitas memeriksakan diri tersebut akan membuat progress tumbuh kembang janin selama masa kehamilan akan terpantau dengan cermat, begitu juga halnya apabila terjadi kelainan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dengan janin yang sehat pula. Semoga Artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca setia blog berkatsehat.com.

Iritasi Kulit, Kadang Diremehkan Namun Sangat Mengganggu

Iritasi Kulit, Kadang Diremehkan Namun Sangat Mengganggu

Iritasi Kulit – Selamat bersua kembali sahabat JadiSehat.com, semoga kita senantiasa dilimpahi anugerah kesehatan dan dijauhkan dari segala macam rupa penyakit dengan tanpa jemu-jemu menjaga pola hidup dan lingkungan sekitar kita. Pada kesempatan kali ini, akan diulas mengenai iritasi pada kulit yang keberadaannya sering diremehkan namun pada kenyataannya sangat mengganggu sekali.

Dermititis yang secara sederhana disebut radang kulit, atau lebih kita kenal sebagai iritasi kulit, adalah merupakan suatu kondisi medis dimana kulit menjadi merah, bengkak, dan sakit, kadang-kadang dengan disertai kulit yang melepuh kecil, yang dihasilkan dari iritasi langsung pada kulit oleh agen eksternal atau biasanya sebagai akibat dari reaksi alergi.

Iritasi Kulit, Kadang Diremehkan Namun Sangat Mengganggu
Iritasi Kulit

Iritasi kulit yang mengganggu ini terjadi ketika kulit terjadi kontak dengan zat yang bertindak sebagai iritan. Menurut beberapa penelitian yang telah mengidentifikasi lebih dari 2800 zat sebagai penyebab timbulnya iritasi, dan bahkan hampir semua zat dalam situasi yang tertentu dan tepat dapat bertindak sebagai iritan.

Kebanyakan orang berpikir dan menganggap bahwa radang kulit sebagai padan kata atau dipersamakan dengan eksim, namun hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Karena hampir setiap ruam yang timbul akibat iritasi pada kulit sebagaimana definisi diatas, dapat dianggap dan termasuk dalam kelompok dermatitis; termasuk di dalamnya adalah kanker kulit, psoriasis yakni suatu penyakit kulit yang ditandai dengan warna merah, gatal, bersisik belang-belang dan seborrhea atau kondisi medis sebagai akibat dari debit yang berlebihan dari sebum atau sekresi berminyak dari kelenjar sebaceous yaitu kelenjar yang berkaitan dengan minyak atau lemak. Oleh karenanya jangan pernah menganggap remeh terjadinya peradangan kulit ini.

Sahabat berkatsehat.com, sebagai suatu peradangan yang terjadi pada kulit, maka akan tampak ruam dermatitis yang terasa gatal dan memerah yang berbentuk bercak-bercak dengan besaran yang berbeda-beda. Tampilan  yang lebih spesifik pada ruam yang terjadi bergantung pada lama tidaknya terjadinya peradangan, bahkan pada dermatitis akut peradangan kulit mengakibatkan kulit melepuh, sedangkan pada dermatitis subakut telah terjadi bercak-bercak dan pengerasan kulit.

Secara umum dermatitis dapat didiagnosis secara klinis, yaitu diagnosis yang didasarkan pada sejarah dan kemunculan ruam pada kulit. Jika pengujian memungkinkan untuk dilakukan maka dapat diketahui secara tepat jenis dermatitis yang terpapar pada kulit yang meradang melalui penggambaran yang terjadi, namun demikian kadang-kadang juga menemui kesulitan untuk membedakan antara jenis dermatitis. Mengapa hal ini  bisa terjadi? Hal ini disebabkan karena ada sangat sedikit tes yang dilakukan yang membantu memperjelas jenis dermatitis. Beberapa contoh tes yang dilakukan dapat membantu membedakan apakah suatu kulit terkena iritasi, ataukah terpapar oleh infeksi jamur dengan cara melakukan tes kulit untuk kontak atau dermatitis atopik atau tes KOH mengidentifikasi infeksi jamur, sehingga dapat diketahui jenisnya untuk dapat dilakukan langkah-langkah pengobatannya.

Cara Menangani Gejala Iritasi Kulit

Namun apabila jenis dermatitis yang tepat tidak dapat diketahui, maka beberapa langkah ataupun upaya yang dapat diambil untuk menangani gejala yang ditimbulkan yakni melalui :

1. Menjaga kulit selembab mungkin, terutama seperti pada kulit kering yang menjadikan sebab retakan di lapisan luar dengan tujuan untuk menghambat fungsi sawar kulit.

2. Sedapat mungkin mengurangi intensitas penggarukan, serta mengurangi rasa gatal dengan menggunakan obat topikal atau antihistamin sebagaimana aturan pakai yang telah ditetapkan.

3. Menghindari iritasi dan pengeringan kulit yang berlebihan, terutama yang diakibatkan oleh penggunaan zat tertentu seperti parfum atau deterjen yang keras sifat kimiawinya.

4. Mengobati ruam lain, terutama infeksi yang diakibatkan oleh jamur, meskipun mereka mungkin tidak tampak terkait namun apabila keduanya saling mempengaruhi tentu akan membutuhkan lebih banyak perhatian serta penanganan yang lebih serius.

Demikian sekilas uraian tentang dermatitis, semoga dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi kita semua. Tentang jenis-jenis maupun pendalaman tentang jenis-jenis dermatitis atau iritasi kulit akan uraikan pada kesempatan dan artikel-artikel yang lain. Yang patut kita ingat bahwa sekecil apapun ruam yang ditimbulkan oleh iritasi kulit, jangan pernah untuk diremehkan, karena hal tersebut akan sangat mengganggu pada aktivitas keseharian kita. Jaga selalu pola hidup dan lingkungan sekitar kita dengan pola dan gaya hidup yang bersih serta sehat. Dan jangan lupa, temukan Tips Melangsingkan Badan Secara Alami.

Jenis Iritasi Kulit Dermatitis

Jenis Iritasi Kulit Dermatitis

Jenis Iritasi Kulit Dermatitis – Setelah kita uraikan panjang lebar tentang apa dan bagaimana iritasi kulit yang mengakibat kulit terpapar merah, bengkak, dan sakit hingga pada kondisi tertentu menjadi melepuh, sebagaimana artikel kami sebelumnya dalam blog JadiSehat.com. Baiklah sekedar untuk menyegarkan ingatan kita tentang apakah itu iritasi kulit atau dermatitis adalah merupakan suatu kondisi medis tertentu yang terjadi peradangan kulit sebagai akibat yang dihasilkan dari iritasi langsung pada kulit oleh agen eksternal atau biasanya dari reaksi alergi sehingga pada luasan tertentu seperti bercak-bercak yang berwarna merah, bengkak, dan sakit, kadang-kadang juga disertai dengan kulit yang melepuh kecil.

Jenis Iritasi Kulit Dermatitis
Jenis Iritasi Kulit Dermatitis

Penyebab Iritasi Kulit Dermatitis

Sahabat JadiSehat.com yang tercinta, kadang-kadang peradangan kulit terjadi dikarenakan oleh hal sepele yang biasanya menjadi kegiatan rutin yang kita lakukan dimana pada saat tertentu tersebut sedang terjadi hipersensitif pada kulit kita ketika terjadi kontak fisik antara kulit dengan agen eksternal. Sebuah contoh kecil dapat disampaikan disini adalah bahwa ketika kita mencukur bulu tubuh kemungkinan timbulnya iritasi kulit sangat mungkin terjadi, mengapa demikian? Hal ini terjadi karena pada saat proses pencukuran tersebut, kita tidak pernah memperhatikan atau bahkan mengabaikan kondisi kulit kita yang kering, sehingga akibatnya pada saat itu terjadi gesekan antara agen eksternal iritan terhadap minyak alami rambut/kulit, yang berakibat terjadinya peradangan pada kulit. Oleh karenanya ada baiknya jika saat kita  ingin bercukur hal yang harus kita lakukan adalah membasahi dengan air dan sabun, ataupun proses pencukuran bisa dilakukan setelah mandi. Hal tersebut perlu dilakukan untuk membuat kulit dan rambut yang dicukur terasa lebih lembut dan lentur sehingga proses pencukuran menjadi lebih mudah guna meminimalisir terjadinya iritasi karena efek gesekan yang terjadi telah diperkecil atau dieliminir.

Untuk daerah-daerah sub tropis dimana perbedaan cuaca dingin dan panas sangat ekstrim, maka pola dan cara fashion kita juga sangat menentukan dan berguna untuk membantu mengeliminir terjadinya peradangan/iritasi kulit. Penggunaan pakaian yang longgar, berlengan, dan menutupi bagian tubuh lain seperti leher, serta pemakaian topi dapat dipergunakan untuk menyiasati terjadinya dermatitis. Sedang pada cuaca dingin dapat disarankan disini untuk menggunakan penutup bibir berupa scarf, masker dan topi serta bahkan menggunakan lip balm dengan kandungan SPF 15 untuk mencegah terjadinya bibir pecah-pecah kering. Adapun penggunaan pakaian dalam yang berlapis bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya keringat yang berlebihan serta overheating yang dapat memicu terjadinya iritasi pada kulit.

Jenis Iritasi Kulit Dermatitis

Untuk lebih memperjelas dan memahami peradangan kulit maka dapat diuraikan beberapa Jenis Iritasi Kulit Dermatitis yang berbeda, yang diperjelas dengan gambaran yang timbul sebagai akibat kontak dari agen penyebab atau mekanisme selular yang bertanggung jawab atas terjadinya ruam pada kulit. Jenis dermatitis dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

1. Dermatitis kontak iritan yaitu dermatitis yang paparannya timbul akibat iritasi kimia atau deterjen.

2. Dermatitis kontak alergi yaitu dermatitis yang terjadi akibat dari sebuah reaksi hipersensitivitas tertunda melibatkan alergen dan antibodi.

3. Dermatitis Stasis adalah dermatitis yang terjadi pada pergelangan kaki dan kaki bagian bawah orang dengan insufisiensi vena.

4. Dermatitis Atopic yaitu suatu bentuk alergi di mana reaksi hipersensitivitas seperti eksim atau asma dapat terjadi di bagian tubuh tidak bersentuhan dengan alergen dan alergi ini bertipe reaksi yang disertai dengan demam, asma, dan kulit sangat kering.

5. Dermatitis Autosensitization atau dermatitis reaksi Id adalah sebuah dermatitis yang menimbulkan ruam gatal yang terjadi sebagai respon terhadap inflamasi proses intens di tempat lain pada tubuh, hal ini bisa timbul terutama sebagai akibat terjadinya infeksi jamur.

6. Dermatitis Lichen simpleks kronik yakni sebuah dermatitis yang memungkinkan timbulnya ruam yang disebabkan oleh garukan jangka panjang pada daerah penghasil kulit yang menebal.

7. Dermatitis popok adalah merupakan jenis dermatitis iritan yang disebabkan oleh paparan panjang kulit karena penggunaan popok basah atau diaper.

8. Dermatitis Dyshidrotic atau pompholyx yaitu suatu jenis dermatitis pada tangan atau kaki yang ditandai dengan kemerahan, timbul bercak-bercak pada ukuran tertentu, dan bahkan terjadi lecet yang mendalam.

9. Dermatitis Nummular yakni paparan dermatitis berupa bercak/ruam berbentuk koin yang terjadi di manapun pada tubuh dalam kaitannya dengan kulit kering.

10 Dermatitis seboroik atau cradle cap merupakan dermatitis yang paparannya berwarna kuning, bersisik serta berminyak seperti ketombe pada daerah kulit kepala dan rambut dan biasanya paparannya terjadi di wilayah bantalan kepala, leher, dan dada bagian atas.

Demikian gambaran umum dari jenis iritasi kulit dermatitis yang bisa diketahui melalui gambaran ruam yang ditimbulkan sebagai akibat terjadinya kontak mekanisme selular (agen penyebab) pada kulit. Semoga deskripsi diatas dapat bermanfaat bagi sahabat JadiSehat.com, dan apabila ada kesempatan yang memungkinkan akan kita uraikan lebih lanjut tentang masing-masing jenis dermatitis tersebut.