5 Snack yang Baik Untuk Ibu Hamil

5 Snack yang Baik Untuk Ibu Hamil

5 Snack yang Baik Untuk Ibu Hamil – Sahabat Informasi Kesehatan semua pasti telah mengetahui bahwa kehamilan adalah saat ketika kita mungkin berpikir tentang konsumsi gizi kita lebih dari sebelumnya. Karena dengan kecukupan akan gizi dan nutrisi pentingan akan mempengaruhi tumbuh kembang dan tumbuh pintar dari janin yang dikandung.

Sebagaimana telah diyakini dan dipahami bersama bahwa konsumsi nutrisi dan gizi perempuan hamil adalah konsumsi makanan untuk dua orang. Hal ini menyebabkan banyak wanita mengkonsumsi terlalu banyak kalori, disamping konsumsi banyak junk food pula. Pola ini akan mempengaruhi dan membebani pada kesehatan ibu hamil (bumil) dan bayinya.

5 Snack yang Baik Untuk Ibu Hamil
5 Snack yang Baik Untuk Ibu Hamil

Hasil dari suatu penelitian menunjukkan bahwa bumil membutuhkan sekitar 1 camilan tambahan per hari untuk membantu pertumbuhan bayi yang sehat, yang menghasilkan sekitar 300 kalori ekstra per hari. Masalahnya kemudian adalah bagaimana untuk menghabiskan kalori sebesar itu setiap hari, yang didapat dari makan permen atau dari memilih makanan ringan yang justru gizinya bertolak belakang yang dibutuhkan.

Penelitian tersebut juga menyebut bahwa protein adalah pilihan yang cocok untuk camilan bagi bumil karena berfungsi sebagai blok bangunan untuk setiap sel. Protein ini juga membantu banyak bumil ketika mereka merasa lelah atau bahkan mual. Beberapa bumil mengkonsumsi makanan berserat untuk membantu mengurangi beberapa gejala yang lebih umum tetapi tidak membuat nyaman kehamilan, seperti sembelit. Ada banyak cara untuk menghabiskan kalori ekstra.

Berikut ini 5 Snack yang Baik Untuk Ibu Hamil yang bekerja secara kombinasi, yaitu:

1. Keju dan Crackers

Merupakan perpaduan yang bagus untuk mendapatkan beberapa protein dan serat.

2. Kacang-kacangan

Memiliki persediaan setas penuh kacang selalu berguna karena tidak memerlukan penyimpanan atau pendinginan. Karena kacang-kacangan merupakan gudang besar yang penuh dengan kandungan protein yang besar.

3. Buah segar

Konsumsi kombinasi buah-buahan dalam bentuk potongan bisa dikonsumsi setiap pagi. Atau kombinasi sebuah apel, pisang atau jeruk memerlukan sedikit pemikiran atau persiapan karena jelas dalam beberapa saat akan membuat perut makin terasa penuh. Oleh karenanya perlu pemikiran, persiapan dan pengaturan apabila dikonsumsi sebagai snack atau makanan ringan dalam jumlah besar.

4. Telur rebus

Merupakan makanan ringan kompak untuk dibawa serta karena memang membutuhkan kulkas. Telur dapat menjadi cara mudah untuk meningkatkan protein dan menjadikan sumbernya.

5. Dips

Wortel dan seledri adalah sangat bagus. Tapi menggunakan brokoli dan sayuran lainnya dengan dips lebih menarik juga.

Tips Posisi Menyusui yang Benar

Tips Posisi Menyusui yang Benar

Tips Posisi Menyusui yang Benar –Dalam beberapa artikel kita terdahulu, pada blog tersayang Informasi Kesehatan ini, telah kita uraikan tentang ASI, Komposisi ASI, ASI Eksklusif serta Inisiasi Menyusu Dini. Saat ini kita akan menguraiakan beberapa posisi yang benar dalam menyusui bayi kita. Mengapa perlu kita uraiakan tentang ini? Karena keberhasilan ibu saat menyusui bayinya dipengaruhi juga oleh faktor posisi saat menyusui (breastfeeding). Kesalahan terjadi saat menyusui akan mengakibatkan lecet pada puting ibu. Akibat lain yang bisa terjadi adalah Air Susu Ibu (ASI) yang disedot oleh bayi tentunya akan sedikit pula.

Posisi Menyusui yang Benar adalah dengan memastikan seluruh bagian puting dan areola (bagian hitam di sekitar puting) masuk ke mulut bayi. Pada saat menyusui pastikan seluruh tubuh bayi menghadap kepada ke ibu. Serta pastikan pula bahwa posisi hidung dan dagu bayi menghadap ke payudara dan lubang hidung bayi tidak tertutup oleh payudara. Sebab apabila hal ini terjadi karena tidak disadari oleh sang ibu, akibat ketiduran saat menyusui misalnya, maka akan dapat berakibat fatal, sang bayi bisa kekurangan oksigen karena tidak dapat bernapas, bahkan bisa meninggal karena lemas tidak bisa bernapas. Ketika posisi tubuh bayi sudah menghadap ke ibu untuk menyusu maka tahan kepala, leher dan punggung bayi dengan tangan ibu.

Tips Posisi Menyusui yang Benar
Tips Posisi Menyusui yang Benar Gambar dari slideshare.net

Berikut ini beberapa Posisi Menyusui yang Benar, baik dan bisa dipraktekkan agar kesehatan ibu bisa tetap trerjaga dan sang bayi bisa tetap sehat, yaitu :

1. Posisi Menggendong (Cradle)

Caranya adalah :

– Posisi bayi dipeluk dan kepalanya diletakkan pada lekuk siku tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, maka letakkan kepalanya pada lekuk siku tangan kanan dan bokongnya pada telapak tangan kanan dari sang ibu, demikian juga sebaliknya.

– Arahkan badan sampai kuping sang bayi satu garis lurus dengan tangan bayi yang ada diatas.

– Posisi bayi berbaring menyamping dengan muka, perut dan lutut menempel pada dada dan perut ibu.

– Tangan bayi yang berada di bawah tubuhnya biarkan merangkul badan ibu untuk membantu mulut bayi mencapai payudara.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk atau berdiri.

2. Posisi Menggendong Silang (CrossCradle)

– Posisi kepala bayi disangga oleh telapak tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, maka gunakan tangan kiri untuk memegangnya, demikian juga sebaliknya.

– Peluk bayi sehingga kepala, dada dan perutnya mengahadap ibu.

– Arahkan mulutnya ke puting payudara ibu dengan ibu jari dan tangan ibu di belakang kepala dan di bawah telinganya.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk. Posisi ini cocok pula untuk bayi yang kesulitan menempelkan mulutnya ke puting susu karena puting dan payudara ibu besar, sementara mulut sang bayi kecil.

3. Posisi Menyangga Kepala (Football Hold)

– Posisi kepala bayi disangga oleh telapak tangan sang ibu, dan tubuh bayi ‘diselipkan’ di bawah tangan sang ibu.

– Jika bayi disusui pada payudara kanan, pegang bayi dengan tangan kanan, demikian juga sebaliknya.

– Posisi ini cocok untuk ibu-ibu yang melakukan persalinan dengan operasi caesar agar bayi tidak berbaring diatas perut ibu yang baru saja menjalani proses operasi.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah duduk.

4. Posisi Tidur Bersisian (Lying Down)

– Posisikan kepala dan tubuh bayi menghadap ke sang ibu serta arahkan dan bantu mulut sang bayi untuk menempel ke puting payudara.

– Apabila perlu bisa diletakkan bantal kecil atau lipatan selimut di bawah kepala sang bayi agar ia tidak perlu menegangkan leher untuk mencapai puting sang ibu.

– Posisi ibu pada saat menyusui ini adalah berbaring di tempat tidur, dengan meletakkan beberapa bantal di bawah kepala, bahu dan lutut agar punggung dan panggul tetap pada posisi lurus. Posisi ini cocok untuk ibu yang dalam proses penyembuhan setelah operasi caesar ataupun setelah persalinan yang sulit.

– Posisi ini membuat ibu relaks karena tidak perlu membungkukkan badannya ke arah sang bayi. Namun yang perlu diwaspadai adalah agar sang ibu tidak sampai terlena dan ketiduran, sehingga dikhawatirkan tidak dapat mengontrol posisi bayi dan hidung bayi bisa saja tersumbat oleh payudara, tentu saja dapat berakibat fatal.

Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga

Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga

Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga – Mungkin telah banyak orang telah digigit ataupun disengat oleh serangga, tak terkecuali Sahabat Informasi Kesehatan bukan?, dengan beberapa diantaranya mendapatkan hasil berupa pengalaman mendapatkan reaksi yang tidak nyaman. Ketakutan terhadap reaksi di masa depan dengan timbulnya sengatan atau gigitan yang berulang diketahui dapat secara signifikan mengurangi kualitas hidup seseorang.

Hampir setiap orang pernah mengalami gigitan atau sengatan serangga di beberapa titik dalam hidupnya. Kebanyakan sengatan dan gigitan ini menyebabkan sakit ringan atau gatal tepat di daerah dimana terjadinya kontak atau interaksi berlangsung. Dan bahkan kadang-kadang akibat sengatan atau gigitan serangga ini dapat juga mengalami suatu reaksi yang lebih parah yang disebabkan oleh reaksi alergi. Reaksi alergi yang paling sering terjadi adalah akibat gigitan atau sengatan serangga jenis lebah atau tawon seperti jenis Yellow Jackets dan Hornets.

Kebanyakan Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga yang diderita orang yang tersengat serangga ini akan mengakibatkan reaksi di lokasi sengatan yang menimbulkan rasa sakit, bengkak, kemerahan dan gatal-gatal. Pada sebagian kecil orang yang memiliki sensivitas yang tinggi akan mengalami reaksi pada wilayah yang lebih luas dari pembengkakan. Dan pembengkakan ini bisa bertahan hingga seminggu. Sedangkan pada sebagian orang yang lain memiliki reaksi alergi full-blown yang menyebabkan anafilaksis. Pada sebagian kecil anak-anak dan orang dewasa akan mengalami anafilaksis setelah terjadinya sengatan serangga ini.

Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga yang umum dijumpai diantaranya terdapat pada :

1. Nyamuk

Kebanyakan orang akan mengalami beberapa bentuk reaksi dari gigitan nyamuk, yang umum biasanya terjadi benjolan merah gatal yang khas yang berlangsung selama beberapa hari. Pada kondisi yang kurang umum, biasanya reaksi yang lebih parah dapat terjadi, terik ruam, memar atau pembengkakan besar di daerah lokasi gigitan. Orang yang mengalami pembengkakan yang sangat besar setelah gigitan nyamuk, seperti pembengkakan sebagian besar lengan atau kaki, misalnya telah dijuluki memiliki “sindrom skeeter.” Pada reaksi akibat dari gigitan nyamuk jarang terjadi anafilaksis.

2. Semut Api

Semut api dikategorikan sebagai penyengat yang agresif. Hampir semua orang mengalami semacam reaksi terhadap sengatan semut api, yang paling umum yang merupakan bintil steril di lokasi sengatan. Pada sebagian besar orang mengalami yang mengalami sengatan ini mengalami pembengkakan yang besar, kemerahan dan gatal-gatal di sekitar lokasi sengatan. Reaksi ini dapat disebut sebagai reaksi lokal yang besar. Pada sejumlah kecil orang dapat mengalami reaksi alergi yang parah, seperti anafilaksis, sebagai akibat dari sengatan semut api ini.

Semut Api
Semut Api

3. Kepinding atau Bedbugs

Kepinding, atau kutu busuk atau tinggi atau bedbugs ini adalah serangga bersayap datar, biasanya berwarna coklat atau kemerahan dan berukuran sangat kecil. Serangga yang beraroma tidak sedap dan sangat menyengat di hidung ini merupakan parasit penghisap darah manusia dan agresif menghisap darah pada malam hari tanpa disadari korbannya. Serangga parasit ini bisa menimbulkan penyakit ruam-ruam, efek psikologis, dan gejala alergi. Sengatan bedbug biasanya mengakibatkan bentol dan terasa gatal serta panas dan kadang sulit untuk membedakan dengan ruam alergi. Ruam dapat dikelompokkan dalam satu baris, yang menunjukkan pola makan serangga tersebut.

4. Kalajengking

Kalajengking banyak ditemukan di seluruh belahan dunia. Kita juga banyak menjumpai hewan ini di dalam ruangan dimana manusia tinggal, atau lebih tepatnya berada di sekitar kita, dan bahkan sering kita ketahui bahwa banyak diantara orang-orang disengat hewan ini. Hewan ini tidak termasuk serangga; melainkan tergolong arakhnida dan berhubungan erat dengan laba-laba, tungau dan kutu. Kalajengking ini merupakan hewan yang luar biasa karena memiliki kemampuan untuk membunuh mangsanya dengan menyuntikkan racun dari sengat yang terletak di ujung ekor panjangnya. Biasanya sengatan kalajengking jarang diketahui namun kadang-kadang langsung menyebabkan reaksi alergi. Dalam kebanyakan kasus, gejala setelah sengatan kalajengking disebabkan oleh neurotoksin dalam racun, yang menyebabkan gejala mati rasa dan kesemutan di seluruh tubuh.

Demikian Reaksi Alergi Akibat Gigitan atau Sengatan Serangga dapat menjadi informasi kesehatan baru yang dapat memberikan pencerahan dan pengetahuan serta manfaat untuk kita semua.

Alergi Sengatan Semut Api

Alergi Sengatan Semut Api

Alergi Sengatan Semut Api – Pernahkan Sahabat Informasi Kesehatan digigit oleh semut api? Kita yakin bahwa hampir kebanyakan pernah mengalaminya. Namun, mungkin tingkat dan intensitas serangan gigitan semut api yang terjadi di kita tidak separah yang pernah terjadi di Amerika Serikat bagian tenggara, dimana orang-orang tersebut sering disengat oleh semut tersebut. Dan bahkan disana kesempatan disengat lebih besar dari 50% selama satu tahun untuk masyarakat umum. Angka tersebut mungkin jauh lebih tinggi bagi mereka yangmemiliki hobi/olahraga outdoor dan pekerjaan berkebun. Semut merah ini juga pernah dilaporkan disana menyengat orang di dalam ruangan, termasuk di panti jompo, rumah-rumah pribadi dan hotel.

Alergi Sengatan Semut Api
Alergi Sengatan Semut Api

Semut api kecil ini biasanya berwarna merah atau hitam. Mereka hidup dalam koloni besar di tanah dan biasanya membangun gundukan. Pada saat semut api menghadapi manusia, maka semut tersebut cenderung menyengat. Orang-orang biasanya tersengat beberapa kali dan oleh beberapa semut. Seekor semut merah sebenarnya membenamkan rahang dan melipat ujung belakang bawahnya ke kulit orang untuk menyengat. Semut kemudian akan memindahkan penyengatnya, lalu memutar dengan mode melingkar, dan kemudian menyengat lagi.

Reaksi atas sengatan semut api itulah yang menyebabkan Alergi Sengatan Semut Api dan biasanya reaksinya bersifat sangat umum pada manusia. Namun demikian reaksi pada kulit tersebut jelas akan dapat mengganggu kesehatan kulit terutama karena imunitas dan kondisi tiap orang berbeda-beda. Berikut ada beberapa jenis reaksi yang dapat terjadi:

– Reaksi biasa yang terjadi pada umumnya orang tersengat dan termasuk rasa sakit lokal, pembengkakan dan kemerahan di lokasi sengatan. Dalam waktu 24 jam, melepuh berisi nanah akan mengembangkan di lokasi sengatan. Pelepuhan ini tidak terinfeksi dan terjadinya disebabkan oleh komponen dari api racun semut.

– Reaksi lokal besar reaksi ini mungkin alergi alami dan terjadi pada sampai dengan 50% dari orang-orang yang tersengat. Gejalanya termasuk terjadinya area besar pembengkakan, kemerahan, nyeri dan gatal pada tempat sengatan dan terjadi dalam waktu 12 sampai 24 jam setelah tersengat.

– Reaksi alergi seluruh tubuh yang progresnya cepat dan dapat mengancam nyawa, itulah yang dikenal sebagai anafilaksis. Reaksi ini dapat terjadi pada sekitar 1% dari orang-orang yang tersengat. Reaksi ini dapat parah dan bahkan mengancam nyawa. Gejala anafilaksis termasuk salah satu dari: seluruh tubuh gatal, gatal-gatal atau pembengkakan yang menyebar dari area sengatan, pembilasan (flushing), pilek, bersin atau post-nasal drip, mata gatal/berair, pembengkakan bibir, lidah atau tenggorokan, sesak napas, mengi atau batuk, kram perut, mual, muntah atau diare, ringan, denyut jantung yang cepat, tekanan darah rendah atau pingsan, rasa panic berlebihan dan rasa logam di mulut

Biasanya untuk mendiagnosis alergi akibat sengatan semut hanya boleh dilakukan pada orang-orang yang harus dipertimbangkan untuk suntikan alergi, atau imunoterapi dengan menggunakan ekstrak dari semut tersebut. Selanjutnya pengujian atau diagnosis tidak diperlukan, apabila seseorang tidak pernah tersengat atau tidak pernah mengalami gejala apapun (selain reaksi biasa) sebagai akibat dari sengatan semut ini. Jadi dengan begitu tidak ada kebutuhan untuk melakukan setiap tes alergi racun. Pada seorang anak di bawah berusia di bawah 16 tahun setelah sengatan hanya mengalami gejala kulit (seperti gatal-gatal dan pembengkakan), maka berarti tidak ada kebutuhan untuk pengujian alergi. Hal ini karena anafilaksis hanya akan terjadi pada sampai dengan 10% dari sengatan serangga. Demikian halnya seorang anak atau dewasa yang perkembangan lanjutan dari anafilaksis hanya sekitar 5 sampai 10%, namun tidak demikian halnya dengan gejala anafilaksis dengan potensi pengembangannya hingga 50-60%.

Cara terbaik untuk menghindari alergi dari sengatan semut ini adalah dengan menghindari penyengat itu sehingga reaksi alergi dapat dicegah. Ada beberapa tips untuk menghindarinya yaitu dengan membasmi sarang semut tersebut, rajin mengontrol lingkungan sekitar sehingga dapat dikontrol sejak awal potensi berkoloninya si semut ini. Apabila keluar ruangan/outdor sebaiknya menggunakan alas kaki yang aman, celana panjang ataupun kemeja panjang.

Sebenarnya tidak ada pengobatan yang khusus untuk mencegah pembentukan nanah lepuh (pustula) akibat reaksi alergi akut dari sengatan semut api ini. Namun apabila pustula telah terbentuk, maka radang kulit tersebut harus tetap bersih dan kering serta dicuci lembut dengan sabun dan air. Sebenarnya pustule ini tidak terinfeksi, namun umumnya terjadi infeksi sekunder dari faktor ekternal lainnya yang umum. Dan pustula akibat sengatan ini akan sembuh dalam waktu tiga sampai 10 hari.

Pada reaksi lokal yang besar akibat alergi ini dapat diobati dengan menggunakan obat anti-inflamasi yang dijual di apotik atau toko obat, seperti Motrin (ibuprofen) serta antihistamin, seperti Claritin (loratadine) atau Benadryl (diphenhydramine). Es dapat digunakan mengompress di daerah yang terinflamasi untuk mengurangi pembengkakan. Penggunaan steroid topikal, seperti hydrocortisone 1% cream, dapat diterapkan pada area inflamasi akibat reaksi lokal. Untuk pengobatan anafilaksis dari sengatan ini dapat menggunakan epinefrin injeksi.

Terapi Kuratif dapat dilakukan dengan suntikan alergi, atau imunoterapi, menggunakan ekstrak semut api tersebut dalam menyembuhkan alergi. Metode penanganan ini pada dasarnya sama dengan penanganan alergi akibat alergi sengatan serangga terbang. Injeksi epinefrin dapat dilakukan setelah pemeriksaan dan diagnosis yang tepat serta selalu dalam pengawasan tenaga medis, terutama pada penderita anak-anak dengan reaksi lokal yang besar.

13 Jenis Buah dan Sayur Penghalau Batuk, Pilek dan Flu Bagian 2

13 Jenis Buah dan Sayur Penghalau Batuk, Pilek dan Flu Bagian 2

13 Jenis Buah dan Sayur Penghalau Batuk, Pilek dan Flu – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas sayur yang baik di konsumsi saat batuk nah pada bagian ini akan mengulas lebih tentang 13 jenis buah yang baik di konsumsi saat batuk. mengkonsumsi buah dan sayuran ini dapat membantu kita mengobati batuk secara alami dengan memanfaatkan kandungan kandungan vitamin yang ada pada buah dan sayur. Berikut kami rangkai ulasannya untuk anda :

buah yang baik di konsumsi saat batuk

13 jenis Buah yang baik dikonsumsi saat batuk

1. Jeruk nipis, di dalam jeruk nipis terkandung vitamin C yang baik untuk imunitas tubuh. Antiseptik alami yang terdapat di dalamnya juga berguna untuk mengatasi sakit tenggorokan. Zaman dulu, jeruk nipis kerap dijadikan alternatif obat batuk dengan campuran kecap.

2. Jeruk, kandungan flavonoid yang terdapat pada jeruk merupakan jenis antioksidan dan secara sinergi bekerja bersama dengan vitamin C untuk meningkatkan perlindungan tubuh terhadap radikal bebas. Disamping itu buah jeruk juga menyediakan antioksidan yang cukup tinggi dan fitonutrien yang mampu digunakan untuk melawan infeksi virus.

3. Aprikot, kandungan dalam buah ini merupakan vitamin yang berfungsi sebagai antioksidan poten, sehingga bisa melindungi dari infeksi. Juga memperkuat sistem imunitas pada tubuh.

4. Mangga, Buah ini kaya akan betakaroten dan vitamin C ini bisa menjadi pilihan untuk mendorong sistem pertahanan tubuh dan pelindung terhadap kerusakan sel. Suplai mangga yang cukup banyak di pasaran membuat buah ini mudah dijumpai.

5. Buah Kiwi

Buah kiwi dikenal sebagai sumber vitamin C yang tinggi, selain itu buah kiwi juga mengandung Vitamin E, sehingga sangat disarankan sekali ketika kita mengalami batuk, pilek dan flu untuk mengkonsumsi buah kiwi.

6. Alpukat

Banyak sekali manfaat alpukat bagi kesehatan, salah satunya andalah membantu meredakan batuk secara alami.kandungan vitamin dan gizi pada alpukat sangat banyak sehingga memngkonsumsi buah alpukat setiap hari dapat juga membantu agar tubuh kita tidak mudah terserang penyakit.

7. Stroberi

Bukan hanya mengandung antioksidan yang dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh pengkonsumsinya, stroberi juga dikenal sebagai sumber vitamin terbaik yang tidak kalah dengan buah lainnya.

8. Pepaya

Bisa dimakan dalam keadaan bagaimana pun, mentah atau sudah matang tidak terlalu menjadi soal. Buah ini tidak jauh berbeda dengan buah yang telah kami ulas di atas. Selain itu kandungan B9 dan folat sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh.

 

9. Jambu biji

Sebagian lebih suka dengan rasa buah ini ketika masih mentah dan beberapa orang lainnya lebih menyukainya ketika sudah matang. Apapun kondisinya, buah ini tetap menjadi buah dengan kandungan nutrisi tinggi.

10. Apel
Kandungan vitamin C dalam 100 gram buah apel adalah 5 mg. Apel juga kaya akan flavonoid antioksidan yang mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan kanker. Sebuah apel sedang memiliki sekitar 80 kalori.

11. Delima
Satu buah delima menyediakan 40 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Delima juga mengandung folat, serat, kalium, niasin, vitamin A dan E. Antosianidin dalam delima memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang menurunkan kolesterol dan tekanan darah, melindungi gigi, mencegah osteoartritis, alzheimer, kanker payudara, leukemia, kanker paru dan kanker prostat.

12. Buah Anggur
Buah anggur memiliki kandungan vitamin c yang lumayan, yaitu 10,8 mg tiap 100 gramnya. Anggur merah juga mengandung zat besi, kalium, serat dan antioksidan lain yang berlimpah.

13. Sirsak
Sirsak adalah buah yang kaya vitamin dan serat. Setengah buah sirsak sedang sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan vitamin C dan setengah kebutuhan serat harian Anda. Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penuaan. Serat sangat baik untuk membantu pencernaan dan detoksifikasi.

Nah itulah ke 13 Jenis buah yang baik di konsumsi saat batuk, selain kandungan vitamin C dan E, beberapa jenis buah di atas juga memiliki kandungan gizi lainnya yang juga sangat bagus untuk memelihara kesehatan tubuh kita agar tidak mudah terserang virus jahat.

Mengatasi batuk dengan bahan Alami

Selain jenis buah dan sayuran yang sudah kita ulas di atas, ada beberapa bahan alami yang juga ampuh untuk mengatasi batuk, pilek, dan flu. beberapa diataranya sebagai berikut :

– Kayu manis, kandungan eugenol pada kayu manis merupakan komponen fitonutrien yang bermanfaat sebagai antiseptik dan pereda rasa nyeri. Zat ini juga memiliki sifat dekongestan yang berguna mengurangi rasa mampet pada hidung akibat pilek.Cara yang umum dilakukan adalah menambahkan kayu manis pada makanan ataupun dengan mencampur batangnya dengan air hangat. Campuran yang dihasilkan tersebut terbukti cukup ampuh dalam mengatasi penyakit flu.

– Bawang putih, Kandungan belerang yang dimiliki dan terdapat pada bawang putih akan dapat menjaga darah tetap sehat, serta mampu melawan bakteri dan menyingkirkan virus. Dalam konteks menghalau batuk, pilek dan flu, maka bawang putih memiliki berperan sebagai pelindung pada sistem pernapasan, juga membantu mengurangi pembentukan lendir.

– Bawang bombai, Bawang bombai mengandung fitonutrien yang bertindak sebagai antibiotik alami. Sajian dalam bentuk salad maupun sup akan memberi manfaat yang optimal.

– Jahe, merupakan sejenis rempah dan tumbuhan rimpang yang sering dijumpai dan ditanam pada kebun Tanaman Obat Keluarga memiliki fungsi memberi rasa hangat bagi tubuh. Efek jahe yang bersifat ekspektoran dan dekongestan akan mampu untuk atau mengeluarkan dahak dan meredakan hidung mampet. Cara sederhana dan yang telah umumkan dilakukan adalah jahe yang telah dimemarkan dan dicampur dengan air hangat akan membantu meredakan batuk.

– Madu, zat yang terkandung dalam madu ini mempunyai komponen anti peradangan sehingga bisa mengatasi sakit tenggorokan. Paduan antara jeruk lemon dengan madu juga cukup bermanfaat dan efektif untuk mengatasi batuk.

Itulah jenis buah, dan bahan alami yang dapat kita konsumsi untuk membantu proses penyembuhan ketika batuk. semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu anda mengatasi batuk.